KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sawit Wilayah Barat Aceh Minggu II Februari 2026

12 Februari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Harga TBS Sawit Wilayah Barat Aceh Minggu II Februari 2026
HOT NEWS

sawitsetara.co - BANDA ACEH — Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit wilayah barat untuk periode Minggu ke-2 Bulan Februari 2026.

Penetapan harga ini dilakukan melalui rapat penetapan dan pemantauan harga TBS yang digelar pada 11 Februari 2026 di Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Banda Aceh.

Idul Fitri

Berdasarkan hasil rapat, ditetapkan:

Rata-rata harga CPO sebesar Rp14.691,16 per kilogram

Rata-rata harga kernel sebesar Rp12.395,55 per kilogram

Indeks K yang digunakan sebesar 86,60 persen

Harga TBS tersebut dihitung berdasarkan harga yang diperoleh dari perusahaan kelapa sawit di Aceh dan berlaku sejak tanggal ditetapkan, serta menjadi pedoman bagi perusahaan dalam pembelian TBS dari pekebun mitra.

Idul Fitri

Daftar Harga TBS Pekebun Mitra Plasma Wilayah Barat (Rp/Kg – Minggu II Februari 2026)

Umur 3 tahun: Rp2.502

Umur 4 tahun: Rp2.738

Umur 5 tahun: Rp2.905

Umur 6 tahun: Rp3.056

Umur 7 tahun: Rp3.176

Umur 8 tahun: Rp3.238

Umur 9 tahun: Rp3.263

Umur 10–20 tahun: Rp3.336

Umur 21 tahun: Rp3.211

Umur 22 tahun: Rp3.179

Umur 23 tahun: Rp3.139

Umur 24 tahun: Rp3.092

Umur 25 tahun: Rp3.036

Idul Fitri

Daftar Harga TBS Pekebun Mitra Swadaya Wilayah Barat (Rp/Kg – Minggu II Februari 2026)

100% Tenera – 0% Dura: Rp3.057

90% Tenera – 10% Dura: Rp3.039

80% Tenera – 20% Dura: Rp3.019

70% Tenera – 30% Dura: Rp2.999

60% Tenera – 40% Dura: Rp2.981

50% Tenera – 50% Dura: Rp2.961

40% Tenera – 60% Dura: Rp2.941.


Berita Sebelumnya
Manfaat Mandat Penertiban Tanah dalam PP 48/2025 Seharusnya untuk Rakyat, Bukan ‘Elite’

Manfaat Mandat Penertiban Tanah dalam PP 48/2025 Seharusnya untuk Rakyat, Bukan ‘Elite’

Dosen Hukum Universitas Sains Indonesia (USI), Dr. Syaiful Bahari, S.H., M.H., mengatakan regulasi ini dinilai bukan sekadar kebijakan administratif pertanahan, melainkan memiliki dimensi struktural yang menyentuh persoalan ketimpangan penguasaan tanah yang telah berlangsung lama di Indonesia.

11 Februari 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *