KONSULTASI
Logo

Periode Mei Harga TBS Mitra Plasma Sulawesi Tengah Ditetapkan Rp3.500

13 Mei 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Periode Mei Harga TBS Mitra Plasma Sulawesi Tengah Ditetapkan Rp3.500

sawitsetara.co - PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun mitra plasma untuk periode 1–31 Mei 2026.

Penetapan harga tersebut dituangkan dalam Berita Acara Nomor 500.8/4386/B.SPHP/Disbunnak berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Produksi Mitra Plasma Provinsi Sulawesi Tengah yang dilaksanakan pada 12 Mei 2026 di Aula UPT Proteksi Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah.

Sawit Setara Default Ad Banner

Dalam rapat tersebut disepakati beberapa komponen utama penetapan harga, yaitu:

• Rata-rata harga CPO lokal dan ekspor sebesar Rp14.825,95/kg (tidak termasuk PPN)

• Rata-rata harga kernel lokal sebesar Rp13.785,05/kg (tidak termasuk PPN)

• Faktor “K” sebesar 88,57%

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, harga TBS kelapa sawit mitra plasma ditetapkan berdasarkan umur tanaman. Harga tertinggi tercatat pada kelompok umur tanaman 10–20 tahun sebesar Rp3.500,00/kg.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa harga TBS ini berlaku mulai 1 sampai 31 Mei 2026 dan diharapkan menjadi pedoman bagi perusahaan maupun pekebun plasma dalam transaksi pembelian TBS kelapa sawit.

Sawit Setara Default Ad Banner

Daftar Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Plasma Mei 2026

Umur 3 tahun — Rp2.829,00/kg

Umur 4 tahun — Rp3.039,00/kg

Umur 5 tahun — Rp3.210,00/kg

Umur 6 tahun — Rp3.205,00/kg

Umur 7 tahun — Rp3.316,00/kg

Umur 8 tahun — Rp3.391,00/kg

Umur 9 tahun — Rp3.485,00/kg

Umur 10–20 tahun — Rp3.500,00/kg

Umur 21 tahun — Rp3.411,00/kg

Umur 22 tahun — Rp3.447,00/kg

Umur 23 tahun — Rp3.424,00/kg

Umur 24 tahun — Rp3.399,00/kg

Umur 25 tahun — Rp3.296,00/kg.


Berita Sebelumnya
Petani Sawit: Kampus-Kampus di Provinsi Penghasil Sawit Harus Menjadi Rujukan Bukan Sebaliknya

Petani Sawit: Kampus-Kampus di Provinsi Penghasil Sawit Harus Menjadi Rujukan Bukan Sebaliknya

Menurutnya, daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia itu membutuhkan peran aktif perguruan tinggi untuk mendukung pembangunan sektor perkebunan rakyat dan kampus-kampus di Riau harus menjadi rujukan dan sangat sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo, terkhusus nomor 6.

12 Mei 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *