KONSULTASI
Logo

Dana Hibah PSR BPDP Tembus 645 Hektare di Kampar, Koperasi Plasma Mitra Sinar Mas Jadi Pelopor

15 Oktober 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Dana Hibah PSR BPDP Tembus 645 Hektare di Kampar, Koperasi Plasma Mitra Sinar Mas Jadi Pelopor

sawitsetara.co - Kabar baik datang dari petani sawit di Kabupaten Kampar, Riau. Koperasi Produsen Berkat Lestari Plasma berhasil memperoleh alokasi dana hibah Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk meremajakan kebun sawit seluas 645,38 hektare. Pencapaian ini menjadikannya koperasi plasma pertama di wilayah operasional Sungai Tapung Plasma (STPA) Kampar yang memperoleh dukungan PSR melalui skema Kemitraan Strategis.

Koperasi yang bermitra dengan PT Ramajaya Pramukti, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, tersebut akan memulai peremajaan kebun pada 2027. Program ini menjadi langkah penting untuk mengembalikan produktivitas tanaman yang telah berusia hampir tiga dekade.

Kebun seluas 657 hektare yang dikelola koperasi di Desa Beringin Lestari, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, dibangun pada 1995–1996 melalui pola Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA). Dari total areal tersebut, sebanyak 645,38 hektare akan diremajakan menggunakan bibit unggul bersertifikat varietas DxP Damimas.

Peremajaan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun sekaligus memperkuat pendapatan petani tanpa harus membuka lahan baru.

Ketua Koperasi Produsen Berkat Lestari Plasma, Subekan, mengatakan keberhasilan memperoleh dana hibah BPDP merupakan hasil dari proses pengajuan dan verifikasi yang berlangsung sekitar delapan bulan melalui sistem Smart PSR.

edy

“Kurang lebih delapan bulan sejak dokumen kami ajukan melalui Smart PSR hingga dana BPDP terealisasi. Alhamdulillah, dukungan PSR seluas 645,38 hektare kini telah kami terima. Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar, Ditjenbun, BPDP, serta PT Ramajaya Pramukti yang setia mendampingi kami sejak awal,” ujar Subekan.

Keberhasilan Koperasi Produsen Berkat Lestari Plasma diharapkan menjadi contoh bagi koperasi plasma lain yang menghadapi tantangan serupa, terutama kebun yang telah memasuki usia tidak produktif dan membutuhkan peremajaan.

Asisten Agronomy PT Ramajaya Pramukti, Sandy M. Sitorus, menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti konkret pentingnya kolaborasi antara petani, pemerintah, dan perusahaan dalam mempercepat pelaksanaan PSR.

Menurutnya, sinergi ketiga pihak menjadi faktor penting dalam mendukung kesiapan administrasi hingga realisasi program peremajaan. Keberhasilan ini juga diharapkan mendorong empat koperasi mitra lainnya di wilayah STPA untuk segera mengikuti langkah serupa.

Dengan demikian, PSR tidak hanya menjadi program penggantian tanaman tua, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat keberlanjutan perkebunan sawit rakyat.

Komitmen terhadap peremajaan sawit rakyat juga tercermin dari capaian Sinar Mas Agribusiness and Food bersama para mitranya di Provinsi Riau.

edy

Hingga September 2026, perusahaan tersebut telah mengawal realisasi program PSR pada areal seluas 6.444 hektare, mencakup kebun plasma dan kebun swadaya.

Untuk periode 2026–2027, perusahaan menargetkan tambahan peremajaan seluas 5.773 hektare dengan memanfaatkan dukungan pendanaan BPDP.

Target tersebut menunjukkan bahwa penguatan produktivitas kebun rakyat menjadi salah satu fokus dalam pengembangan kemitraan perkebunan sawit. Peremajaan tanaman dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan daya saing petani dalam jangka panjang.

Penggunaan bibit unggul bersertifikat yang dipadukan dengan penerapan praktik budidaya pertanian yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP) diharapkan dapat meningkatkan hasil panen setelah tanaman memasuki masa produktif.

Melalui peremajaan, petani berpeluang memperoleh produktivitas yang lebih optimal dari lahan yang sudah tersedia. Pendekatan ini sekaligus mendukung pengembangan perkebunan berkelanjutan melalui prinsip tanpa pembukaan hutan atau zero deforestation.

Bagi petani, keberhasilan PSR bukan sekadar tersedianya dana untuk mengganti tanaman tua. Program ini juga menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan usaha perkebunan, memperkuat pendapatan keluarga, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor sawit.

Realisasi PSR di Koperasi Produsen Berkat Lestari Plasma pun menjadi momentum penting bagi penguatan kemitraan perkebunan di Kampar. Jika diikuti oleh koperasi lainnya, program ini berpotensi mempercepat peremajaan kebun rakyat sekaligus menjaga produktivitas sawit Riau tanpa menambah tekanan terhadap pembukaan lahan baru.


Berita Sebelumnya
Pakar Ekonomi Pertanian: Karhutla Tak Cukup Diatasi dengan Pemadaman, Tata Kelola Lanskap Harus Dibenahi

Pakar Ekonomi Pertanian: Karhutla Tak Cukup Diatasi dengan Pemadaman, Tata Kelola Lanskap Harus Dibenahi

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia tidak cukup ditangani melalui pemadaman, patroli, dan penegakan hukum. Pencegahan membutuhkan pembenahan tata kelola lanskap, perlindungan hidrologis gambut, serta koordinasi lintas sektor untuk mengurangi kerentanan lahan terhadap kebakaran.

14 Oktober 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *