
sawitsetara.co - KAMPAR — Sebanyak 401 petani anggota Koperasi Produsen Unit Desa (KUD) Manunggal Jaya, Desa Trimanunggal, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, bersiap melakukan peremajaan tanaman kelapa sawit yang telah berusia hampir 40 tahun.
Koperasi menargetkan penanaman kembali atau replanting tanaman sawit milik petani dapat dimulai pada awal 2027 melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Dalam proses persiapannya, para petani mendapatkan pendampingan dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO).
Ketua Koperasi Produsen Unit Desa (KUD) Manunggal Jaya, Johan Danu Wijaya, S.T., M.Kom., mengatakan tanaman sawit yang dikelola para petani merupakan bagian dari program transmigrasi yang sebelumnya dikembangkan melalui PTPN 4.
KUD Manunggal Jaya sendiri berdiri pada 1993. Koperasi tersebut dibentuk oleh para petani sawit yang sebelumnya mengikuti program transmigrasi. Seiring perjalanan waktu, tanaman sawit yang menjadi sumber penghidupan petani kini telah memasuki usia hampir empat dekade.
“Berdirinya koperasi ini merupakan sebuah gerakan yang dilakukan oleh para petani sawit yang dahulu kala ikut dalam program transmigrasi dari PTPN 4. Dan saat ini usia sawit kita sudah menginjak di hampir 40 tahun,” kata Johan saat ditemui di Kantor KUD Manunggal Jaya, Desa Trimanunggal, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.
Menurut Johan, usia tanaman menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pelaksanaan peremajaan. Tanaman kelapa sawit yang telah berusia tua membutuhkan penggantian agar produktivitas kebun dapat kembali ditingkatkan.
Dalam kondisi tersebut, PSR dinilai menjadi salah satu program penting bagi petani untuk membangun kembali kebun mereka. Peremajaan tidak hanya dilakukan dengan mengganti tanaman lama, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas bahan tanam dan tata kelola kebun.
Johan mengatakan KUD Manunggal Jaya menargetkan proses penanaman kembali dapat dimulai pada awal 2027. Target tersebut menjadi bagian dari persiapan koperasi setelah proses pengajuan program PSR dilakukan para petani.
“Dalam proses peremajaan sawit rakyat di Koperasi Produsen Unit Desa Manunggal Jaya, kita menargetkan di awal tahun 2027 ke depan kita sudah melaksanakan penanaman kembali untuk lahan-lahan yang kita remajakan,” ujarnya.
Menurut Johan, pendampingan APKASINDO menjadi bagian penting dalam proses yang dijalani koperasi dan petani. Asosiasi tersebut tidak hanya mendampingi petani dalam proses pengajuan, tetapi juga membantu memberikan pemahaman mengenai tahapan dan persyaratan program PSR. Keterlibatan organisasi petani dibutuhkan agar petani tidak berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai tahapan program peremajaan.
Dia mengatakan peremajaan tanaman akan dilakukan dengan menggunakan bibit unggul bersertifikat. Penggunaan bahan tanam berkualitas dinilai penting karena menjadi salah satu faktor yang menentukan produktivitas kebun dalam jangka panjang.
Dengan tanaman baru yang memiliki potensi produksi lebih baik, petani diharapkan dapat memperoleh hasil panen yang lebih optimal setelah tanaman memasuki masa produktif.
“Manfaat dari program peremajaan sawit rakyat tentunya yang pertama karena kita menggunakan bibit unggul yang bersertifikat, ini akan berimbas pada meningkatnya produktivitas kebun kelapa sawit kita sehingga berimbas meningkatnya pendapatan bagi seluruh petani sawit yang ikut dalam program peremajaan sawit rakyat,” kata Johan.
Menurut dia, peningkatan produktivitas kebun pada akhirnya diharapkan berdampak terhadap pendapatan petani. Dengan produksi yang lebih baik, petani memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga keberlanjutan usaha perkebunan sawit rakyat.
Johan menilai dukungan berbagai pihak, termasuk APKASINDO, diperlukan untuk memastikan proses PSR dapat berjalan sesuai dengan ketentuan. Pendampingan tersebut juga diharapkan dapat membantu petani memahami proses administrasi dan teknis yang harus dilalui.
Bagi KUD Manunggal Jaya, pelaksanaan PSR menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan perkebunan rakyat. Tanaman baru yang ditanam melalui program peremajaan diharapkan dapat menjadi sumber penghidupan bagi petani untuk puluhan tahun ke depan.
Johan berharap pelaksanaan PSR dapat berjalan sesuai target sehingga 401 petani anggota koperasi dapat segera memasuki tahap baru dalam pengelolaan perkebunan.
Dari tanaman yang telah berusia hampir 40 tahun, para petani kini bersiap membangun kembali kebun sawit dengan tanaman baru yang diharapkan lebih produktif dan mampu menopang kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *