
sawitsetara.co - DHARMASRAYA - Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya menyambut penyaluran bantuan sarana dan prasarana (sapras) berupa pupuk senilai Rp5,6 miliar dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) kepada kelompok tani, salah satunya melalui KUD Bukit Jaya.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Dharmasraya, Pentri, mengatakan bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun sawit petani sekaligus mendorong kesejahteraan mereka.
“Dengan diterimanya bantuan pupuk sapras ini, kami berharap anggota kelompok tani dapat memanfaatkannya secara maksimal di kebun masing-masing, sehingga hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” ujar Pentri.
Ia menjelaskan, selama ini pihaknya terus mendampingi kelompok tani dalam seluruh tahapan program, mulai dari pengajuan, verifikasi di tingkat kabupaten, hingga keluarnya rekomendasi teknis.
Menurutnya, salah satu kendala yang kerap dihadapi adalah lamanya proses penerbitan rekomendasi teknis. Namun, untuk Dharmasraya, proses tersebut kini dinilai semakin membaik.
“Alhamdulillah, untuk Dharmasraya proses rekomendasi teknis sudah lebih cepat dan berjalan lebih baik, sehingga program dapat segera dirasakan manfaatnya oleh petani,” jelasnya.

Pentri juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, BPDP, serta kelembagaan kelompok tani agar program ini berjalan optimal dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia berharap bantuan ini mampu mengubah pola pengelolaan kebun petani yang sebelumnya cenderung minim perawatan menjadi lebih intensif dan berorientasi pada hasil.
“Dulu pola pikirnya hanya sekadar menanam, perawatan belakangan. Sekarang dengan adanya bantuan ini, petani didorong untuk lebih serius dalam perawatan agar hasilnya maksimal,” katanya.
Selain peningkatan produksi, program ini juga diharapkan membuka peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia petani, termasuk menuju sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) serta kemitraan dengan pabrik kelapa sawit (PKS).
Dengan peningkatan kualitas dan produktivitas, diharapkan harga jual tandan buah segar (TBS) petani bisa lebih kompetitif di pasar.
“Ke depan, tidak berhenti di bantuan ini saja. Akan ada peningkatan kapasitas SDM dan peluang kemitraan dengan PKS di Dharmasraya agar nilai jual hasil petani semakin baik,” tambahnya.
Program bantuan sapras dari BPDP ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata, khususnya bagi petani sawit sebagai salah satu sektor unggulan daerah.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *