
sawitsetara.co - JAKARTA — Sepanjang 2025, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelontorkan Rp262,93 miliar untuk program sarana dan prasarana (sarpras) perkebunan sawit rakyat.
Program ini menjadi opsi bagi petani yang kebunnya masih produktif atau terkendala status lahan sehingga belum bisa mengikuti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit II BPDP, Dwi Nuswantara, mengatakan skema tersebut dirancang agar penguatan kebun rakyat tetap berjalan.
“Kalau belum mau PSR karena tanaman masih produktif atau ada kendala lahan, kami alihkan ke bantuan sarpras. Misalnya pupuk, truk angkut, alat panen, bahkan sekretariat koperasi,” ujar Dwi dalam Workshop PSR dan Pekan Benih Sawit di Palembang, awal Februari 2026.
Pilihan bantuannya beragam: benih, pupuk dan pestisida, alat pascapanen dan unit pengolahan hasil, peningkatan jalan dan tata kelola air, alat transportasi, mesin pertanian, infrastruktur pasar, hingga verifikasi teknis untuk sertifikasi ISPO.
Dalam praktiknya, sebagian besar dana terserap untuk pupuk dan pestisida, peningkatan jalan kebun, serta penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB).
BPDP juga menanggung biaya sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), mulai dari pra-sertifikasi, penerbitan STDB, hingga proses audit. Langkah ini dinilai penting mengingat tingkat sertifikasi pekebun rakyat masih rendah.
Penyaluran dana dilakukan dalam bentuk uang atau barang, setelah BPDP melakukan penilaian kelayakan atas rekomendasi teknis yang kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan Direktur Utama sebagai dasar pembayaran.
Menurut Dwi, penguatan kebun rakyat bukan sekadar program pelengkap. Saat ini, sekitar 42 persen dari total areal sawit nasional dikelola pekebun rakyat. Tanpa produktivitas yang memadai, pasokan bahan baku industri hilir dan ekspor bisa tertekan.
“Dana sawit berasal dari sawit dan harus kembali ke sawit. Jadi mari sama-sama kita manfaatkan untuk memperkuat hulu,” ujarnya.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *