
sawitsetara.co - JAKARTA — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani masih berada di atas estimasi paritas berdasarkan harga CPO domestik. Laporan DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) periode 14–20 September 2026 mencatat estimasi paritas TBS berada di level Rp2.804 per kilogram.
Sementara itu, rata-rata harga TBS petani plasma di 22 provinsi mencapai Rp3.583 per kilogram atau 27,8 persen lebih tinggi dari estimasi paritas tersebut. Adapun rata-rata harga TBS petani swadaya mencapai Rp3.024 per kilogram atau 7,8 persen di atas estimasi paritas.
Estimasi paritas dalam laporan tersebut dihitung berdasarkan harga tender CPO KPBN domestik, rendemen 21 persen, dan indeks K 85 persen. Untuk skema plasma, pola perhitungan tersebut mengikuti rumus Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024.
Sedangkan untuk petani swadaya, angka Rp2.804 per kilogram hanya digunakan sebagai perhitungan umum karena harga TBS swadaya tidak diatur dalam regulasi yang sama. APKASINDO menegaskan angka tersebut merupakan bahan telaah dan bukan penetapan harga resmi.
Pada periode yang sama, rata-rata harga TBS plasma tercatat Rp3.583 per kilogram, sementara TBS swadaya berada di Rp3.024 per kilogram. Dengan demikian, harga plasma masih memiliki jarak Rp779 per kilogram dari estimasi paritas, sedangkan harga swadaya berjarak Rp220 per kilogram.
Laporan APKASINDO juga menunjukkan harga CPO domestik melalui KPBN berada di level Rp15.708 per kilogram. Sebagai pembanding, harga CPO Bursa ICDX tercatat Rp16.500 per kilogram, CPO Malaysia Rp20.408 per kilogram, dan CPO CIF Rotterdam mencapai Rp27.032 per kilogram.
Harga Plasma Tertinggi Rp4.066 per Kg
Di tingkat provinsi, harga TBS plasma tertinggi selama periode tersebut tercatat di Sumatera Utara sebesar Rp4.066 per kilogram. Posisi berikutnya ditempati Sumatera Barat sebesar Rp4.042 per kilogram dan Riau Rp3.976 per kilogram.
Sementara harga TBS plasma terendah tercatat di Sulawesi Selatan sebesar Rp2.903 per kilogram. Untuk skema swadaya, harga tertinggi berada di Kalimantan Timur sebesar Rp3.465 per kilogram, sedangkan terendah di Papua Barat sebesar Rp1.700 per kilogram.
Secara nasional, harga TBS plasma pada periode 14–20 September turun Rp9 per kilogram atau 0,3 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Sebaliknya, harga TBS swadaya naik tipis Rp1 per kilogram.
APKASINDO memperkirakan harga TBS masih memiliki kecenderungan meningkat dalam empat pekan berikutnya. Harga plasma diproyeksikan mencapai Rp3.610 per kilogram pada minggu keempat, sedangkan swadaya diproyeksikan berada di Rp3.061 per kilogram.
Namun, proyeksi tersebut bersifat statistik dan indikatif, bukan jaminan harga aktual. Laporan APKASINDO juga mencatat bahwa dalam uji balik delapan minggu terakhir, prediksi satu minggu rata-rata memiliki selisih sekitar Rp33 per kilogram dari harga riil.
APKASINDO menyebut harga TBS resmi tetap ditetapkan secara mingguan oleh Tim Penetapan Harga TBS di masing-masing provinsi. Harga tersebut dipengaruhi antara lain oleh harga CPO dunia, nilai tukar, rendemen, serta kebijakan pemerintah.
Karena itu, estimasi paritas dalam laporan ini ditempatkan sebagai bahan telaah dan edukasi, bukan sebagai penetapan harga TBS maupun penilaian terhadap pihak tertentu.
Informasi lebih lengkap terkait harga TBS kelapa sawit nasional silakan klik tautan berikut: hargasawitindonesia.id
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *