KONSULTASI
Logo

Mata Eco Co., Ltd dari Xiamen China Kunjungi APKASINDO, Jajaki Kerja Sama Produk Soil Conditioner Berbasis Organik

3 Februari 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Mata Eco Co., Ltd dari Xiamen China Kunjungi APKASINDO, Jajaki Kerja Sama Produk Soil Conditioner Berbasis Organik
HOT NEWS

sawitsetara.co - PEKANBARU - Perusahaan teknologi pertanian ramah lingkungan asal Xiamen, China, Mata Eco Co., Ltd, melakukan kunjungan resmi ke kantor Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) di Pekanbaru, Riau pada Senin (2/2/2026). Kunjungan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis dalam pengembangan dan penerapan produk soil conditioner berbasis organik untuk mendukung perkebunan sawit berkelanjutan di Indonesia.

Perwakilan Mata Eco Co., Ltd Rocky Hu sebagai Business Develpoment Manager dan Laslie Chen selaku Senior Account Manager disambut langsung oleh Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Gulat Manurung, M.P., C.APO, didampingi Ketua DPW APKASINDO Riau, H. Suher, serta Djono Albar Burhan, S.Kom., M.Mgt. (Int.Bus), CC., CL selaku Sekretaris DPW APKASINDO Riau sekaligus Head of International Relation and People Development DPP APKASINDO, bersama jajaran pengurus APKASINDO lainnya. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh diskusi strategis terkait peluang kolaborasi jangka panjang.

Dalam sambutannya, Dr. Gulat menegaskan bahwa kunjungan Mata Eco Co., Ltd ke Riau merupakan langkah yang sangat tepat. Pasalnya, dari total sekitar 16,38 juta hektare kebun kelapa sawit di Indonesia, hampir empat juta hektare berada di Provinsi Riau, menjadikannya sebagai sentra sawit terbesar nasional.

Sawit Setara Default Ad Banner

“Kalau mau bicara sawit Indonesia, maka Riau adalah jantungnya. Seperempat kebun sawit Indonesia ada di sini. Karena itu, sangat tepat jika kerja sama ini dimulai dari Riau,” ujar Gulat.

Ia menambahkan, APKASINDO sebagai organisasi petani sawit yang memiliki jaringan di 25 provinsi dan 164 kabupaten/kota siap menjadi mitra strategis dalam pengujian, pendampingan, hingga implementasi produk yang benar-benar dibutuhkan petani sawit.

Dr. Gulat menekankan bahwa APKASINDO saat ini sangat selektif dalam menjalin kerja sama dengan perusahaan, khususnya yang menawarkan produk perkebunan. Menurutnya, banyak produk yang datang hanya sebatas penelitian tanpa kesiapan implementasi.

“Kami mencari produk yang benar-benar siap, bukan hanya untuk riset. Produk Mata Eco kami nilai sudah cukup matang, berpengalaman, dan berorientasi pada keberlanjutan. Ini sejalan dengan komitmen APKASINDO untuk mendorong sawit yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Ia juga menilai kehadiran langsung perwakilan perusahaan dari China sebagai bentuk keseriusan dan kejujuran dalam membangun kemitraan. “Ini bukan omon-omon. Mereka datang langsung, berdiskusi langsung, dan bahkan sudah menyiapkan produk untuk diuji,” tambahnya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Sebagai bentuk komitmen awal, Mata Eco Co., Ltd menyatakan kesiapannya mengirimkan 11 ton produk soil conditioner ke Indonesia untuk keperluan demonstration plot (demplot). Jumlah ini dinilai sangat signifikan dan jarang dilakukan pada tahap awal kerja sama.

“Biasanya perusahaan hanya mengirim satu atau dua ton. Ini 11 ton dan dikirim dari China. Tentu ini bukan jumlah kecil dan kami sangat menghargainya,” kata Gulat.

Produk tersebut akan digunakan untuk uji lapangan pada kebun sawit, guna melihat dampaknya terhadap perbaikan struktur tanah, kesehatan tanah, serta potensi peningkatan produktivitas tanaman.

Seperti diketahui, kunjungan Mata Xiamen ini adalah tindaklanjut nyata dari kunjungan Bapak Djono dan Bapak Suhendrik ke China yang beberapa bulan lalu berkenalan dengan pihak Mata di China.

Laslie Chen menjelaskan bahwa perusahaan mereka telah beroperasi lebih dari 15 tahun dan produknya telah digunakan pada lebih dari 100 jenis komoditas pertanian di China. Produk soil conditioner yang ditawarkan berfungsi memperbaiki kondisi tanah, meningkatkan kesuburan, serta mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal dan berkelanjutan.

“Kami sangat terhormat berada di sini. Ini adalah kunjungan pertama kami ke Indonesia dan APKASINDO menjadi mitra utama yang kami pilih. Kami berharap dapat tumbuh bersama dan mendukung perkebunan berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya

Sawit Setara Default Ad Banner

Mereka juga menyampaikan bahwa pengiriman produk dalam jumlah besar ini merupakan bentuk kepercayaan dan keseriusan untuk menjadikan APKASINDO sebagai mitra utama di Indonesia.

KH. Suher selaku Ketua DPW APKASINDO Riau juga mengatakan siap untuk menjadikan Riau sebagai lokasi untuk demplot dan mendukung distribusi ke petani sawit di Riau, beliau mengatakan "ini adalah peluang yang baik untuk meningkatkan produksi petani sawit dengan bahan organik, kami siap mendukung", ucapnya.

Dr. Gulat menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya soal bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya APKASINDO menunjukkan kepada dunia internasional bahwa petani sawit Indonesia terbuka terhadap inovasi dan serius menerapkan praktik berkelanjutan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa petani sawit APKASINDO siap menjadi bagian dari solusi global, menggunakan produk organik dan ramah lingkungan. Ini adalah bagian dari transformasi sawit Indonesia ke arah yang lebih berkelanjutan, agar petani sawit naik kelas” tegasnya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Ke depan, APKASINDO dan Mata Eco Co., Ltd akan melanjutkan pembahasan teknis, termasuk mekanisme distribusi, serta penyesuaian harga agar dapat dijangkau oleh petani sawit rakyat.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal kerja sama konkret yang mampu memberikan manfaat nyata bagi petani sawit Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan perkebunan sawit berkelanjutan di tingkat global.

Tags:

APKASINDO

Berita Sebelumnya
Mandatori B50 Batal, Sentimen Saham Sawit Terkoreksi: AALI, BWPT, LSIP Tetap Punya Peluang

Mandatori B50 Batal, Sentimen Saham Sawit Terkoreksi: AALI, BWPT, LSIP Tetap Punya Peluang

Kondisi ini dinilai menekan sentimen fundamental saham-saham sawit, terutama dibandingkan periode ketika pasar masih mengantisipasi lonjakan permintaan domestik yang lebih agresif

2 Februari 2026 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *