KONSULTASI
Logo

Petani Sawit Swadaya di Sumatera Selatan Soroti Dampak Wacana Penutupan PKS Tanpa Kebun

24 April 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Petani Sawit Swadaya di Sumatera Selatan Soroti Dampak Wacana Penutupan PKS Tanpa Kebun

sawitsetara.co - PALEMBANG - Wacana penutupan pabrik kelapa sawit (PKS) tanpa kebun menuai penolakan dari kalangan petani sawit swadaya. Salah satunya disampaikan oleh Triuhartyono, petani swadaya asal Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang menilai kebijakan tersebut justru akan merugikan petani kecil.

Dalam wawancara bersama Sawit Setara di Palembang, Triuhartyono mengungkapkan bahwa keberadaan PKS tanpa kebun sangat penting bagi petani swadaya, terutama dalam hal pemasaran tandan buah segar (TBS).

“Sangat tidak setuju. Karena petani seperti kami tidak memiliki PKS. Kalau PKS tanpa kebun ditutup, kami harus menjual ke mana hasil TBS kami?” ujarnya.

Triuhartyono yang telah sekitar 10 tahun menjadi petani sawit swadaya menyebutkan bahwa di wilayah Sumatera Selatan, khususnya Palembang dan sekitarnya, jumlah PKS tanpa kebun tergolong banyak. Kondisi ini membuat petani sangat bergantung pada pabrik-pabrik tersebut untuk menjual hasil panen mereka.

Sawit Setara Default Ad Banner

Ia juga mengaku baru pertama kali mendengar wacana penutupan PKS tanpa kebun tersebut. Namun, jika kebijakan itu benar-benar diterapkan, dampaknya dinilai akan sangat besar bagi keberlangsungan ekonomi petani.

“Penghasilan saya hanya dari sawit. Jadi kalau PKS itu ditiadakan, sangat merugikan bagi kami,” tambahnya.

Sebagai solusi, Triuhartyono mengusulkan agar pemerintah tidak menutup PKS tanpa kebun, melainkan mendorong kerja sama antara pihak pabrik dengan petani swadaya. Menurutnya, kemitraan tersebut dapat menjadi jalan tengah untuk menjaga keberlangsungan operasional pabrik sekaligus memastikan petani tetap memiliki akses pasar.

“Alangkah baiknya jika PKS yang tidak memiliki kebun bisa bekerja sama dengan petani swadaya seperti kami untuk memenuhi kebutuhan bahan baku,” jelasnya.

Wacana penutupan PKS tanpa kebun sebelumnya mencuat sebagai bagian dari upaya penataan industri sawit. Namun, suara dari petani swadaya menunjukkan bahwa kebijakan tersebut perlu dikaji lebih dalam agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi pelaku usaha kecil di sektor perkebunan sawit.

Tags:

PKSPKS Tanpa Kebun

Berita Sebelumnya
B50 dalam Kerangka Ketahanan Energi dan Pangan

B50 dalam Kerangka Ketahanan Energi dan Pangan

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penggunaan bibit unggul, pemupukan tepat, dan perbaikan praktik budidaya menjadi kunci. hilirisasi.

23 April 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *