KONSULTASI
Logo

Planters Muda Harus Jadi Corong Fakta Positif Industri Sawit

5 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Planters Muda Harus Jadi Corong Fakta Positif Industri Sawit

sawitsetara.co - JAKARTA – Asosiasi Planters Muda Indonesia (APMI) menegaskan bahwa generasi muda perkebunan tidak cukup hanya memahami berbagai isu strategis mengenai industri kelapa sawit. Tetapi juga harus mengambil peran sebagai penyampai informasi berbasis fakta kepada masyarakat, khususnya anak muda.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Penasehat APMI, Dr. (Cand.) Djono Albar Burhan, S.Kom., M.Mgt. (Int. Bus.), CC., CL., saat memberikan tanggapan dalam Majelis Planters Indonesia (MPI) Vol. 2 bertajuk Ekonomi Politik Perkebunan: Perkebunan Kelapa Sawit sebagai Instrumen Ketahanan Pangan, Energi, dan Kedaulatan Bangsa.

Djono menyampaikan apresiasi atas materi yang dipaparkan Ketua Umum APMI, Muhammad Nur Fadillah, yang menurutnya memberikan penyadaran kepada anak muda mengenai pentingnya melihat industri sawit dari sudut pandang ekonomi politik, bukan sekadar sebagai komoditas perkebunan.

“Ketum APMi tadi sudah menyampaikan panjang lebar bagaimana kita harus berpikir strategis sebagai anak muda, khususnya dalam ekonomi politik. Semua yang disampaikan harus menjadi bahan pemikiran bagi kita untuk melihat setiap isu secara lebih strategis,” ujar Djono, Minggu (5/7/2026).

Sawit Setara Default Ad Banner

Sawit Telah Menjadi Kekuatan Strategis Indonesia

Djono, yang juga Head of International Relation Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) ini, menilai industri kelapa sawit telah berkembang menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian Indonesia yang keberadaannya sangat diperhitungkan oleh berbagai negara.

“Kemarin aku baru pulang dari Beijing. Bukti nyatanya, mereka sangat membutuhkan sawit Indonesia. Di satu sisi masih banyak anak muda sibuk bertanya, apakah sawit benar-benar bermanfaat. Padahal dunia justru membutuhkan sawit yang kita miliki,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026-07-05 at 17.46.53.jpeg

Karena itu, ia mengajak seluruh kader APMI untuk menjadi corong penyampai fakta mengenai kontribusi industri sawit kepada masyarakat. Menurutnya, sudah saatnya generasi muda menjawab berbagai stigma negatif terhadap sawit dengan data, fakta, dan pengalaman nyata, bukan sekadar opini.

Djono menilai kader APMI memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan manfaat sawit secara objektif khususnya di sosial media.

“Kita sebagai anak muda harus menjadi corong pembuktian fakta itu, terutama bagi penerima beasiswa sawit. Jangan lagi kita diam ketika ada informasi yang tidak benar tentang sawit. Tunjukkan fakta tentang sawit dan bagaimana kita mendapat manfaat dari sawit bagi penghidupan kita.” tegasnya.

Tags:

APMI

Berita Sebelumnya
Harga TBS Sawit Aceh Naik, Wilayah Timur Tembus Rp3.622 per Kilogram

Harga TBS Sawit Aceh Naik, Wilayah Timur Tembus Rp3.622 per Kilogram

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Aceh mengalami kenaikan pada penetapan periode minggu pertama Juli 2026. Kenaikan ini berlaku untuk pekebun mitra plasma maupun mitra swadaya di wilayah Timur dan Barat Aceh hingga pekan ketiga Juli 2026.

3 Juli 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *