KONSULTASI
Logo

Produksi Sawit Naik, Nilai Ekspor Tembus US$13 Miliar hingga April 2026

1 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Produksi Sawit Naik, Nilai Ekspor Tembus US$13 Miliar hingga April 2026

sawitsetara.co - JAKARTA – Kinerja industri minyak sawit Indonesia menunjukkan perbaikan pada April 2026. Produksi, konsumsi dalam negeri, dan ekspor komoditas sawit mengalami peningkatan dibandingkan Maret 2026, sementara stok akhir bulan turun tipis.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang dirilis pada Senin (29/6/2026), produksi minyak sawit mentah (CPO) pada April 2026 mencapai 4,479 juta ton, meningkat 1,73 persen dibandingkan Maret yang sebesar 4,403 juta ton.

Sementara itu, produksi minyak inti sawit (PKO) turun menjadi 416 ribu ton dari 424 ribu ton. Dengan demikian, total produksi CPO dan PKO mencapai 4,903 juta ton atau naik 1,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara kumulatif hingga April 2026, produksi CPO dan PKO tercatat mencapai 20,461 juta ton, meningkat 13,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 18,039 juta ton.

Sawit Setara Default Ad Banner

Dari sisi konsumsi domestik, total penggunaan minyak sawit naik 1,23 persen menjadi 2,141 juta ton dari 2,115 juta ton pada Maret 2026. Kenaikan didorong oleh konsumsi sektor biodiesel yang meningkat 7,67 persen menjadi 1,137 juta ton dan sektor oleokimia yang naik 6,79 persen menjadi 173 ribu ton. Sebaliknya, konsumsi untuk pangan mengalami penurunan 7,36 persen menjadi 831 ribu ton.

Secara tahunan, konsumsi minyak sawit hingga April 2026 mencapai 8,666 juta ton atau meningkat 6,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja ekspor juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Total ekspor produk sawit pada April 2026 mencapai 2,777 juta ton, naik 28,09 persen dibandingkan Maret yang sebesar 2,168 juta ton. Peningkatan terjadi pada hampir seluruh kelompok produk, termasuk ekspor CPO yang melonjak 59,38 persen menjadi 153 ribu ton serta ekspor olahan minyak sawit yang naik 35,52 persen menjadi 2,041 juta ton.

Secara kumulatif Januari–April 2026, volume ekspor mencapai 11,324 juta ton atau meningkat 20,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 9,416 juta ton.

Sawit Setara Default Ad Banner

Berdasarkan negara tujuan, peningkatan ekspor bulanan terbesar terjadi ke China, Afrika, Amerika Serikat, India, kawasan Timur Tengah, Pakistan, Bangladesh, dan Uni Eropa. Sementara itu, ekspor ke Rusia dan Malaysia mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Dari sisi nilai, ekspor produk sawit Indonesia pada April 2026 mencapai US$3,38 miliar, meningkat 29,50 persen dibandingkan Maret yang sebesar US$2,61 miliar. Sepanjang Januari hingga April 2026, nilai ekspor mencapai US$13,04 miliar atau naik 20,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar US$10,82 miliar.

Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya volume ekspor serta harga rata-rata minyak sawit Januari–April 2026 yang mencapai US$1.408 per ton CIF Rotterdam, lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode yang sama tahun lalu sebesar US$1.211 per ton.

Sementara itu, stok minyak sawit nasional pada akhir April 2026 tercatat sebesar 2,558 juta ton. Angka tersebut turun tipis dibandingkan stok akhir Maret 2026 yang mencapai 2,568 juta ton, seiring meningkatnya penyerapan domestik dan ekspor.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
Harga TBS Sawit Kemitraan Swadaya Riau Awal Juli Naik Rp73,77/Kg

Harga TBS Sawit Kemitraan Swadaya Riau Awal Juli Naik Rp73,77/Kg

Berdasarkan hasil penetapan harga periode ke-23, harga TBS umur 9 tahun meningkat Rp73,77 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini menjadi kabar baik bagi petani sawit di tengah pergerakan positif harga minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (kernel).

30 Juni 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *