KONSULTASI
Logo

Petani Sawit Dunia Bersatu di IKN, Siapkan Suara Bersama Hadapi Tantangan Global

15 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Petani Sawit Dunia Bersatu di IKN, Siapkan Suara Bersama Hadapi Tantangan Global

sawitsetara.co - NUSANTARA — Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) akan menggelar International Oil Palm Smallholder (IOPS) Forum 2026 pada 27–29 Agustus 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Forum yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini menjadi langkah APKASINDO untuk menyatukan petani sawit dari berbagai negara. Sekitar belasan negara dijadwalkan terlibat, di antaranya Malaysia, Thailand, Honduras, Ghana, dan Nigeria.

Ketua Panitia Pelaksana IOPS Forum 2026, Dr. (cn) Djono A. Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL, mengatakan forum tersebut merupakan tindak lanjut dari diskusi dan dukungan asosiasi petani sawit mancanegara kepada APKASINDO untuk membangun persatuan petani sawit dunia.

Djono yang juga Ketua Departemen Hubungan Luar Negeri dan Diplomasi DPP APKASINDO mengatakan forum ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi ruang untuk menyatukan pandangan dan membahas persoalan petani sawit lintas negara.

“Forum ini ditaja bukan hanya sebagai bentuk ajang berkumpul, tapi untuk menyatukan persepsi, pandangan, pendapat, dan juga permasalahan yang dihadapi oleh petani sawit dunia,” kata Djono kepada sawitsetara.co, Jumat (14/8/2026).

DPP

Menurut dia, persoalan petani sawit berbeda di setiap negara. Namun, sejumlah isu memiliki kesamaan, seperti transparansi harga TBS, hilirisasi industri sawit, serta penerapan prinsip keberlanjutan yang dinilai belum sepenuhnya inklusif bagi petani.

“Misalnya transparansi harga TBS yang masih menjadi tantangan di tiap negara, hilirisasi industri kelapa sawit dan juga tentunya terkait dengan bagaimana sustainability itu semakin dirasa tidak inklusif kepada petani,” ujarnya.

Djono mengatakan kondisi tersebut membuat petani perlu memperkuat posisi dalam penyusunan kebijakan sawit, termasuk di tingkat internasional. Petani tidak lagi diharapkan hanya menjadi objek regulasi, tetapi turut menjadi subjek dalam pembahasan kebijakan.

Salah satu agenda penting dalam forum tersebut adalah penandatanganan joint statement oleh perwakilan petani sawit mancanegara. Pernyataan bersama itu akan memuat sikap, langkah, serta harapan petani sawit dunia terhadap masa depan industri sawit rakyat.

Penandatanganan tersebut juga akan menjadi momentum pembentukan WCOPS (World Coalition of Oil Palm Smallholders) sebagai forum komunikasi global petani sawit.

“Dari penandatanganan joint statement ini juga akan mendirikan forum komunikasi global petani sawit yang namanya WCOPS, World Coalition of Oil Palm Smallholders, yang akan dipimpin oleh APKASINDO,” kata Djono.

DPP

Melalui WCOPS, petani sawit dari berbagai negara diharapkan memiliki wadah bersama untuk memperkuat komunikasi, menyatukan pandangan, dan memperjuangkan kepentingan petani di tengah perubahan kebijakan serta tantangan industri sawit global.

“Sehingga ke depan tidak terjadi lagi perbedaan-perbedaan persepsi petani sawit internasional, semakin kuat dengan suara yang bersatu di bawah pimpinan APKASINDO dan juga kesejahteraan petani kelapa sawit tentunya semakin meningkat sebagai tulang punggung perekonomian negara masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP APKASINDO Suhendrik mengatakan, semangat forum internasional tersebut juga mendapat dukungan kuat dari petani sawit di dalam negeri. Petani dari berbagai daerah di Indonesia, dari Aceh hingga Papua, akan turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini dihadiri oleh petani sawit dari seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua, sebagai bentuk semangat petani dalam menyambut International Oil Palm Smallholder Forum 2026,” kata Suhendrik.

Tags:

International Oil Palm Smallholder ForumIOPSBerita SawitSawitkelapa sawit

Berita Sebelumnya
Harga TBS Sawit Sulawesi Tengah Agustus 2026 Naik, Tertinggi Rp3.416 per Kg

Harga TBS Sawit Sulawesi Tengah Agustus 2026 Naik, Tertinggi Rp3.416 per Kg

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pekebun mitra plasma di Provinsi Sulawesi Tengah ditetapkan naik untuk periode 1–31 Agustus 2026.

14 Agustus 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *