KONSULTASI
Logo

Ternyata Ini Kunci Keberhasilan Program PSR di Gapoktan Manunggal Sakti di Siak

30 Juni 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Ternyata Ini Kunci Keberhasilan Program PSR di Gapoktan Manunggal Sakti di Siak

sawitsetara.co - SIAK — Hamparan kebun sawit muda yang lebih produktif kini tumbuh rapi di areal milik anggota Gapoktan Manunggal Sakti, Dusun Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau. Lahan yang sebelumnya dipenuhi tanaman tua berproduktivitas rendah telah berganti dengan bibit unggul hasil Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Ketua Gapoktan Manunggal Sakti, Budi Santoso, mengatakan keberhasilan PSR di kelompoknya tidak datang begitu saja. Menurut dia, setiap tahapan program harus dilalui sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Apa Kunci Keberhasilannya?

Baginya, keberhasilan PSR tidak cukup diukur dari kembali produktifnya kebun sawit milik petani. Ada proses panjang yang harus dilewati, mulai dari penyusunan usulan, pemenuhan berbagai persyaratan administrasi, pelaksanaan peremajaan di lapangan, hingga penyusunan surat pertanggungjawaban (SPJ) dan pelaporan.

“Keberhasilan PSR itu ada tiga. Pertama sukses di usulan, kedua sukses di pelaksanaan, dan ketiga sukses di administrasi. Administrasi ini sangat penting karena SPJ dan pelaporan harus diselesaikan dengan baik. Kalau administrasi tidak selesai, tentu akan menjadi persoalan,” kata Budi saat ditemui di Dusun Sialang Sakti, Sabtu (27/6/2026).

Sawit Setara Default Ad Banner

Alasan itu pula yang mendorong Gapoktan Manunggal Sakti sejak awal memilih didampingi Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO). Menurut Budi, sebagian besar petani belum memahami mekanisme pengajuan PSR beserta dokumen yang harus dipenuhi. Pendampingan menjadi penting agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

“Kenapa kami meminta didampingi APKASINDO? Karena PSR itu dimulai dari tahapan usulan. Pada proses itu kami difasilitasi untuk berkonsultasi apabila ada persyaratan yang menjadi kendala. Kami juga dibantu dalam penyelesaian administrasi, termasuk SPJ dan pelaporan,” ujarnya.

Pendampingan administrasi itu berjalan beriringan dengan pelaksanaan teknis di lapangan. Untuk pekerjaan peremajaan, Gapoktan Manunggal Sakti didampingi PT Koeboeraya Jaya Perkasa. Sementara penyediaan bibit dilakukan oleh PT Graha Riau Sarana Agritek. Kolaborasi tersebut membuat seluruh tahapan, mulai dari penebangan tanaman tua hingga penanaman bibit unggul, dapat dilaksanakan sesuai rencana.

“Untuk pekerjaan fisik kami didampingi PT Koeboeraya Jaya Perkasa, kemudian bibit dari PT Graha Riau Sarana Agritek. Sementara administrasi tetap didampingi tim ahli dari APKASINDO,” kata Budi.

Sawit Setara Default Ad Banner

Keberhasilan menyelesaikan seluruh tahapan PSR turut mengubah cara pandang Budi terhadap program tersebut. Ia mengaku semula tidak memahami mekanisme PSR. Setelah mengikuti seluruh proses, ia justru merasakan manfaatnya, baik dari sisi pengelolaan kebun maupun peningkatan kesejahteraan petani.

“Saya sebagai petani mungkin tidak tahu apa-apa mengenai program PSR. Setelah didampingi APKASINDO, ternyata mengikuti PSR bisa meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Saya sangat berterima kasih atas pendampingan yang diberikan,” ujarnya.

Pengalaman itu kini ia bagikan kepada petani lain yang memiliki tanaman sawit tua. Menurut Budi, masih ada anggapan bahwa mengikuti PSR akan membuat petani memiliki utang atau kewajiban mengembalikan bantuan pemerintah. Padahal, berdasarkan pengalaman Gapoktan Manunggal Sakti, program tersebut justru menjadi peluang untuk meningkatkan produktivitas kebun.

“Marilah kawan-kawan yang sawitnya sudah tidak berbuah maksimal mengikuti PSR. Program ini tidak ada utang, tidak ada pinjaman. Setelah kebun kembali menghasilkan, petani justru bisa lebih sejahtera bahkan bisa menabung,” katanya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Ia juga mengingatkan agar petani memanfaatkan kesempatan mengikuti PSR selama program masih dibuka pemerintah. “Mumpung program masih ada, ayo ikut PSR. Ke depan kita tidak tahu apakah program ini tetap ada atau tidak. Jangan menunggu sampai kesempatan itu berakhir,” ujarnya.

Menutup pembicaraan, Budi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam keberhasilan pelaksanaan PSR di Gapoktan Manunggal Sakti. Ia berharap program tersebut terus berlanjut karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi petani sawit.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada APKASINDO yang telah mendampingi petani mulai dari proses usulan hingga pelaksanaan PSR. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas keberlanjutan program ini. Mudah-mudahan PSR terus berjalan karena benar-benar membantu petani sawit.”

Ia menambahkan, Gapoktan Manunggal Sakti siap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo, terutama melalui penguatan sektor perkebunan sawit yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kemandirian energi.

Simak video wawancara dengan Ketua Gapoktan Manunggal Sakti, Budi Santoso di platfom TikTok sawitsetara.co dengan mengeklik tautan berikut: https://vt.tiktok.com/ZSCfgRbXj/

Tags:

PSRperemajaan sawit rakyat

Berita Sebelumnya
Mulai 1 Juli, Indonesia Resmi Terapkan B50: Sawit Jadi Pilar Ketahanan Energi Nasional

Mulai 1 Juli, Indonesia Resmi Terapkan B50: Sawit Jadi Pilar Ketahanan Energi Nasional

Implementasi B50 tidak hanya diproyeksikan memperkuat kemandirian energi Indonesia, tetapi juga meningkatkan penyerapan minyak sawit di dalam negeri, memperkuat hilirisasi industri, serta memberikan dampak ekonomi yang semakin besar bagi jutaan pekebun sawit.

29 Juni 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *