Berita

Pelaku pasar minyak sawit mentah waswas pekan ini. Di lantai Bursa Malaysia Derivatives, kontrak berjangka crude palm oil (CPO) Malaysia menutup perdagangan kemarin, Rabu (4/3/2026) dengan koreksi.
5 Maret 2026

Harga kontrak berjangka crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan bergerak menguat pada pekan ini.
2 Maret 2026

Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Malaysia diperkirakan bergerak terbatas sepanjang Maret 2026.
25 Februari 2026

Namun bagi Djono, perjalanan 20 jam dari Indonesia ke Ghana tak berhenti di ruang konferensi.
25 Februari 2026


Pelemahan ini dipicu ekspektasi pasar terhadap kinerja ekspor yang diperkirakan menurun dalam beberapa pekan ke depan, seiring berakhirnya periode permintaan musiman yang kuat.
25 Februari 2026

Di tengah penguatan mata uang domestik dan lesunya performa ekspor, kontrak berjangka crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Senin, (24/2/2026).
24 Februari 2026

Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mengakhiri perdagangan Jumat (20/2/2026) dengan langkah tertatih.
23 Februari 2026

Berdasarkan data perdagangan BMD, kontrak berjangka CPO Maret 2026 naik 80 Ringgit Malaysia menjadi 4.093 Ringgit per ton. Kontrak April 2026 melonjak 94 Ringgit ke level 4.114 Ringgit per ton, sementara Mei 2026 melejit 101 Ringgit menjadi 4.117 Ringgit per ton.
21 Februari 2026


Harga kontrak berjangka minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia ditutup menguat pada Kamis (19/2), setelah kembali diperdagangkan usai libur dua hari.
20 Februari 2026

Indonesia kian mengukuhkan posisinya sebagai produsen utama minyak sawit berkelanjutan dunia. Pada periode 2021–2022, pangsa produksi sawit tersertifikasi Indonesia mencapai 61 persen, tertinggi secara global.
18 Februari 2026

Sebanyak 90 persen perkebunan sawit di Malaysia telah mengantongi sertifikasi Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO). Di tingkat pekebun swadaya independen, capaian sertifikasi mencapai 85 persen.
16 Februari 2026

Dalam dokumen tersebut ditegaskan bahwa teks yang dipublikasikan masih dapat mengalami perubahan melalui proses revisi hukum dan baru akan mengikat secara hukum internasional setelah kedua pihak menyelesaikan prosedur internal masing-masing serta menandatangani perjanjian secara resmi.
16 Februari 2026
