KONSULTASI
Logo

Harga CPO Bursa Malaysia Diprediksi Menguat Pekan Ini, Produksi Melemah

2 Maret 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Harga CPO Bursa Malaysia Diprediksi Menguat Pekan Ini, Produksi Melemah

sawitsetara.co - KUALA LUMPUR — Harga kontrak berjangka crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan bergerak menguat pada pekan ini. Sentimen utama datang dari proyeksi penurunan produksi akibat aktivitas panen dan distribusi yang melambat sepanjang Februari.

Proprietary trader Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, mengatakan produksi CPO secara historis memang cenderung lebih rendah pada Februari. “Faktor libur perayaan seperti Tahun Baru Imlek dan jumlah hari kerja yang lebih pendek membuat aktivitas panen dan transportasi menurun,” ujarnya kepada Bernama.com.

Ia memperkirakan harga CPO akan bergerak di kisaran RM4.000 hingga RM4.130 per ton dalam sepekan ke depan.

Puasa

Sejalan dengan itu, Malaysian Palm Oil Association (MPOA) memperkirakan produksi sawit Malaysia pada periode 1–20 Februari turun 12,29 persen.

Sementara itu, perusahaan sekuritas UOB Kay Hian memproyeksikan penurunan yang lebih dalam, sekitar 12–16 persen dibandingkan periode Januari.

Namun, pandangan berbeda datang dari pelaku pasar lainnya. Senior palm oil trader Interband Group of Companies, Jim Teh, menilai harga CPO justru akan tertekan. Menurut dia, tingginya posisi stok di Malaysia dan Indonesia berpotensi menahan laju kenaikan harga.

“Pasar cenderung bearish, dengan kisaran harga RM3.850 sampai RM3.900 per ton,” katanya. Ia menambahkan, pelemahan harga dapat membantu mengurangi tumpukan persediaan CPO Malaysia.

Puasa

Pada penutupan perdagangan Jumat, kontrak CPO menunjukkan koreksi mingguan. Kontrak Maret 2026 turun RM74 menjadi RM3.989 per ton. Kontrak April 2026 melemah RM57 ke RM4.030, sementara Mei 2026 turun RM50 menjadi RM4.042 per ton. Kontrak Juni 2026 juga turun RM50 ke RM4.046, Juli 2026 terkoreksi RM57 menjadi RM4.043, dan Agustus 2026 turun RM61 ke RM4.038 per ton.

Dari sisi aktivitas pasar, volume perdagangan mingguan melonjak menjadi 313.593 lot dari 194.724 lot pada pekan sebelumnya. Sebaliknya, open interest sedikit menyusut menjadi 227.706 kontrak dari sebelumnya 228.011 kontrak. Adapun harga fisik CPO untuk pengiriman Maret wilayah Selatan turun RM50 menjadi RM4.050 per ton.

Dengan perbedaan pandangan di kalangan pelaku pasar, pergerakan harga CPO pekan depan diperkirakan akan tetap volatil, dipengaruhi tarik-menarik antara faktor penurunan produksi dan tekanan dari tingginya stok regional.

Tags:

CPO

Berita Sebelumnya
Rektor UMRI dan IMM Riau Soroti Substansi Regulasi PAP untuk Sawit

Rektor UMRI dan IMM Riau Soroti Substansi Regulasi PAP untuk Sawit

Saidul Amin mengapresiasi forum diskusi yang dinilai mampu memantik rasionalitas dan intelektualitas mahasiswa. Ia menekankan bahwa mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan daerah, bukan sekadar pengamat.

1 Maret 2026 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *