KONSULTASI
Logo

AI Mulai Masuk Pabrik Sawit, Pangkas Ketergantungan Operator Asing hingga 20 Persen

7 September 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
AI Mulai Masuk Pabrik Sawit, Pangkas Ketergantungan Operator Asing hingga 20 Persen

sawitsetara.co - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara industri pengolahan kelapa sawit menjalankan proses produksinya. Teknologi ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga menekan kehilangan minyak dan mengurangi ketergantungan terhadap proses operasional yang selama ini dilakukan secara manual.

Penerapan teknologi tersebut salah satunya dilakukan AIREI Sdn Bhd di Malaysia. Perusahaan itu mengoperasikan pabrik kelapa sawit berbasis AI kedua di Perak Motor Co, Teluk Intan, Perak, dengan kapasitas pengolahan mencapai 60 ton tandan buah segar (TBS) per jam.

Kapasitas tersebut lebih besar dibandingkan pabrik pertama yang memiliki kapasitas 45 ton per jam. AIREI sendiri mulai menerapkan sistem serupa pada pabrik kelapa sawit sekitar dua tahun lalu.

Founder sekaligus Chief Executive Officer AIREI Sdn Bhd, Surendran Kuranadan, mengatakan sistem AI yang dikembangkan perusahaannya digunakan untuk memantau proses produksi secara lebih menyeluruh.

Teknologi tersebut mampu mengidentifikasi penyimpangan dalam proses produksi, menelusuri sumber masalah, sekaligus memastikan proses pengolahan tetap berjalan sesuai parameter yang telah ditentukan.

“Tujuan kami membuktikan bahwa AI bisa bekerja di pabrik kelapa sawit,” ujar Surendran.

Menurut AIREI, penerapan sistem berbasis AI juga memberikan dampak terhadap kebutuhan tenaga kerja. Ketergantungan terhadap operator asing tercatat berkurang hingga 20 persen pada bulan pertama setelah teknologi tersebut diterapkan.

apkasindo

Selain itu, AI dimanfaatkan untuk menjaga parameter operasional dan prosedur produksi agar berjalan lebih konsisten. Dengan demikian, proses pengolahan dapat dipantau berdasarkan parameter yang telah ditetapkan, sekaligus membantu mengidentifikasi persoalan yang muncul selama operasional.

Surendran menilai penerapan teknologi AI pada pabrik dengan kapasitas lebih besar menjadi langkah penting untuk membuktikan bahwa teknologi tersebut dapat dikembangkan lebih luas di industri kelapa sawit.

Menurutnya, keberhasilan penerapan di Malaysia juga membuka peluang penggunaan teknologi serupa di negara-negara produsen sawit lainnya.

Indonesia dan Thailand menjadi dua pasar di Asia Tenggara yang dinilai memiliki potensi untuk mengadopsi teknologi AI dalam industri pengolahan kelapa sawit.

Masuknya AI ke pabrik kelapa sawit menunjukkan bahwa transformasi digital mulai menyentuh sektor hilir komoditas sawit. Teknologi tersebut berpotensi membantu industri meningkatkan efisiensi sekaligus membuat proses produksi lebih terukur dan konsisten.


Berita Sebelumnya
Lahan Terbatas, Nilai Tak Terbatas: Pakar  Ekonomi Dorong Transformasi Sawit Menuju Kedaulatan Petani

Lahan Terbatas, Nilai Tak Terbatas: Pakar Ekonomi Dorong Transformasi Sawit Menuju Kedaulatan Petani

Pakar ekonomi sekaligus Rektor Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN), Prof. Agus Pakpahan, menilai pengembangan industri kelapa sawit Indonesia perlu segera bergeser dari orientasi ekspansi lahan menuju peningkatan nilai ekonomi dan kesejahteraan petani.

5 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *