
sawitsetara.co – MUKOMUKO — Potensi perkebunan sawit rakyat di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, menjadi peluang untuk memperbesar akses petani terhadap program pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko mendorong Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) mengambil peran sebagai penghubung agar berbagai program tersebut dapat dimanfaatkan pekebun.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, mengatakan luas perkebunan sawit rakyat di daerahnya mencapai 109 ribu hektare. Sementara itu, perkebunan yang dikelola perusahaan melalui hak guna usaha (HGU) tercatat sekitar 58 ribu hektare.
“Memang sawit terbesar di Mukomuko nomor satu sawit rakyat, ada 109 ribu hektar dan HGU yang dikelola perusahaan 58 ribu hektar,” kata Hari.
Menurut dia, besarnya luas perkebunan rakyat perlu diikuti dengan penguatan akses terhadap program pengembangan perkebunan. Salah satunya melalui pemanfaatan dana BPDPKS yang menyediakan sejumlah fasilitas bagi pekebun.
Program tersebut mencakup Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), bantuan sarana dan prasarana (sarpras), pengembangan sumber daya manusia (SDM), pelatihan, hingga beasiswa pendidikan.
Hari berharap APKASINDO dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan petani sekaligus mendorong agar program-program tersebut masuk ke Kabupaten Mukomuko. Pemerintah daerah, kata dia, siap memberikan fasilitasi.
“Apkasindo bisa ikut menarik dana dari BPDPKS agar program seperti PSR, sarpras, SDM, pelatihan maupun beasiswa untuk ditarik ke Kabupaten Mukomuko, pemerintah memfasilitasi,” ujarnya.
Dorongan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara DPD APKASINDO Kabupaten Mukomuko dan Dinas Pertanian setempat, Senin, 2 November 2026. Pertemuan itu sekaligus menjadi ajang koordinasi untuk memperkuat sinergi organisasi petani dengan pemerintah daerah.
Wakil Ketua II DPD APKASINDO Mukomuko, Sabarudin Marpaung, memimpin langsung rombongan dalam audiensi tersebut. Ia mengatakan pertemuan itu juga bertujuan menyampaikan hasil Pertemuan Nasional Petani Sawit Indonesia (Penas III) APKASINDO yang berlangsung di Jakarta pada 28 Oktober 2026.
Selain membahas tindak lanjut Penas III, kedua pihak turut membicarakan persiapan pengukuhan kepengurusan DPD APKASINDO Mukomuko. Pengukuhan tersebut direncanakan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO,.
“Silaturahmi ini juga terkait persiapan pengukuhan DPD Apkasindo Mukomuko yang akan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung,” ujar Sabarudin.
Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, menyambut baik keberadaan APKASINDO. Ia menilai organisasi tersebut bukan pemain baru dalam sektor perkebunan dan memiliki posisi strategis untuk mendorong perekonomian daerah.
Kolaborasi pemerintah daerah dan organisasi petani diharapkan tidak berhenti pada penguatan kelembagaan. Sinergi tersebut juga perlu diarahkan pada upaya konkret memperluas akses petani terhadap pembiayaan, peningkatan produktivitas, serta pengembangan sumber daya manusia perkebunan sawit rakyat.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *