KONSULTASI
Logo

Bangun Sinergi dengan Pers, Kunci Perusahaan Sawit Hadapi Isu dan Perkuat Reputasi

12 Februari 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Bangun Sinergi dengan Pers, Kunci Perusahaan Sawit Hadapi Isu dan Perkuat Reputasi
HOT NEWS

sawitsetara.co - PEKANBARU - Perusahaan perkebunan kelapa sawit didorong untuk membangun kerja sama dan relasi yang kuat dengan media dan insan pers sebagai langkah strategis dalam menjaga reputasi serta mengelola arus informasi di ruang publik.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H. Zulmansyah Sekedang, S.Sos., M.I.Kom dalam kegiatan “Peningkatan Kompetensi Humas/Community Development/Legal dalam Sinergi dengan Media, Motivasi Kerja, dan Public Speaking” yang digelar GAPKI Cabang Riau, Kamis (12/2/2026) di The Zuri Hotel, Pekanbaru.

Dalam paparannya, Zulmansyah menegaskan bahwa hubungan perusahaan dengan pers tidak boleh bersifat musiman atau hanya terjalin saat perusahaan menghadapi pemberitaan negatif.

“Jangan sampai kita terkesan hanya perlu wartawan ketika mengalami pemberitaan yang negatif. Semestinya tidak seperti itu. Bangunlah persahabatan dan komunikasi yang baik sejak awal,” ujarnya di hadapan peserta yang berasal dari bagian humas, community development (CD), dan legal perusahaan anggota GAPKI Riau.

Promosi ssco

Menurutnya, di era digital saat ini, sebuah isu dapat dengan cepat menyebar dan menjadi viral melalui media online maupun agregator berita. Perusahaan kerap kali “kebakaran jenggot” ketika tiba-tiba menerima tautan pemberitaan negatif tanpa persiapan data dan klarifikasi.

“Kadang-kadang kita tidak terduga, tiba-tiba sudah ter-publish karena hal-hal yang negatif. Tiba-tiba sudah viral, masuk konten agregator, masuk Google. Kita seperti tidak tahu apa-apa,” katanya.

Karena itu, ia menilai penting bagi perusahaan sawit untuk memiliki jejaring komunikasi dengan wartawan di wilayah operasional masing-masing. Hubungan yang terjalin baik akan memudahkan perusahaan melakukan konsultasi dan klarifikasi apabila muncul informasi yang berpotensi merugikan.

“Kalau suatu hari terdapat informasi yang kira-kira merugikan perusahaan, kita bisa berkonsultasi, bisa berkomunikasi. Bagaimana sebuah peristiwa bisa kita redam dengan penyajian yang berimbang,” jelasnya.

Zulmansyah juga mengingatkan bahwa sinergi tidak akan terbangun tanpa memahami fungsi dan peran pers sebagaimana diatur dalam undang-undang. Ia menyebut, pers memiliki fungsi informatif, edukatif, kontrol sosial, hiburan, serta fungsi ekonomi.

Promosi ssco

Dalam konteks perusahaan sawit, ruang sinergi sangat terbuka pada aspek informatif dan edukatif, terutama dalam mempublikasikan capaian produksi, praktik keberlanjutan, hingga program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Kalau untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan positif, itu sangat gampang. Apalagi sekarang banyak media yang menganut prinsip good news is good news,” ujarnya.

Ia mencontohkan, peningkatan produktivitas kebun, inovasi budidaya, hingga program pemberdayaan masyarakat melalui koperasi lokal merupakan informasi yang tidak hanya mengangkat citra perusahaan, tetapi juga memberi edukasi kepada publik dan petani lain.

Namun demikian, fungsi kontrol sosial pers tetap harus dihormati. Jika terdapat pemberitaan yang dinilai tidak sesuai fakta, perusahaan dapat menggunakan mekanisme hak jawab dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam regulasi.

“Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah memberikan informasi, data, dan fakta yang berimbang. Gunakan hak jawab dan hak koreksi sesuai ketentuan,” tegasnya.

Promosi ssco

Lebih jauh, Zulmansyah menjelaskan bahwa pers tidak hanya terdiri dari wartawan lapangan, tetapi juga manajemen media hingga pemilik media. Oleh sebab itu, relasi perlu dibangun secara menyeluruh, termasuk melalui kerja sama iklan atau publikasi resmi.

“Pers juga punya fungsi ekonomi. Media hidup dari iklan dan promosi. Dari situ kita bisa bertemu pengelola media, bahkan owner-nya. Pada kesempatan itu, kita bisa membangun komunikasi yang baik,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami kode etik jurnalistik, termasuk mekanisme embargo informasi ketika perusahaan belum siap memberikan keterangan resmi.

“Kalau belum punya data, boleh minta embargo. Wartawan yang benar tidak akan memberitakan informasi yang di-embargo sesuai ketentuan,” jelasnya.

Menutup paparannya, Zulmansyah mengajak perusahaan-perusahaan sawit untuk tidak memposisikan pers sebagai pihak yang ditakuti, melainkan sebagai mitra strategis.

“Berita itu karya wartawan. Jadikanlah wartawan sahabat. Bangun komunikasi, bangun kepercayaan. Dengan begitu, ketika ada persoalan, kita tidak berdiri sendiri,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, GAPKI Riau berharap perusahaan anggota semakin siap membangun komunikasi publik yang profesional, transparan, dan berkelanjutan di tengah dinamika industri sawit yang kian kompleks.


Berita Sebelumnya
Pungutan Ekspor Sawit Tembus Rp31 Triliun pada 2025, BPDP Perkuat Dukungan untuk Pekebun Rakyat

Pungutan Ekspor Sawit Tembus Rp31 Triliun pada 2025, BPDP Perkuat Dukungan untuk Pekebun Rakyat

Selain PSR, dana pungutan ekspor juga digunakan untuk mendukung insentif dan pendanaan program biodiesel B40, penyediaan sarana dan prasarana perkebunan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan bagi petani.

11 Februari 2026 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *