
sawitsetara.co - MEDAN - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumatera Utara, Ir. Gus Dalhari Harahap, menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan workshop bertajuk “Membangun Narasi Berimbang Media Kelapa Sawit di Wilayah Terdampak Berbasis Mitigasi” yang digelar pada 15–17 Februari 2026 di Hotel Grand Central Medan.
Menurut Gus Dalhari, kegiatan yang menghadirkan jurnalis, pemangku kepentingan, serta pelaku industri tersebut menjadi momentum penting untuk meluruskan berbagai persepsi yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya terkait isu lingkungan dan bencana alam yang kerap dikaitkan dengan perkebunan kelapa sawit.
Ia berharap, melalui forum ini, media termasuk Sawitsetara.co dapat ikut menyuarakan informasi yang faktual dan berimbang, terutama dalam menyikapi isu banjir yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
“Kami berharap dari kegiatan ini ada tindak lanjut yang nyata. Media dapat ikut menyuarakan bahwa sawit bukan penyebab banjir. Bencana yang terjadi lebih disebabkan oleh faktor alam, seperti curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama. Karena itu, pemberitaan harus berdasarkan fakta yang sebenarnya,” ujar Gus Dalhari.
Ia menegaskan, penting bagi semua pihak untuk tidak saling menyalahkan dalam menghadapi persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang konstruktif jauh lebih dibutuhkan dibandingkan saling tuding yang justru memperkeruh situasi.
“Kita jangan saling menyalahkan dan merasa paling benar. Yang lebih penting adalah mencari solusi bersama. Ayo kita bergandengan tangan untuk menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.
Gus Dalhari juga menyoroti pentingnya dampak nyata dari kegiatan workshop tersebut, terutama dalam mendorong pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak. Ia berharap diskusi dan pertukaran gagasan yang berlangsung selama kegiatan mampu melahirkan rumusan konkret atau “ramuan khusus” untuk mendukung recovery perekonomian masyarakat, khususnya para petani sawit.
Menurutnya, sektor kelapa sawit selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Oleh karena itu, setiap narasi yang dibangun harus mempertimbangkan dampaknya terhadap keberlangsungan usaha petani dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Harapan kami, dari kegiatan ini lahir solusi yang tidak hanya memperkuat narasi berimbang di media, tetapi juga berdampak langsung pada pemulihan dan penguatan ekonomi masyarakat. Sawit adalah sumber penghidupan banyak keluarga. Maka, pendekatannya harus adil, objektif, dan berorientasi pada solusi,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi antara media, asosiasi petani, pemerintah, dan pelaku industri, diharapkan pemberitaan mengenai kelapa sawit semakin berbasis data dan konteks, sehingga mampu membangun opini publik yang lebih konstruktif serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *