
BANGKA SELATAN – Setelah sempat tidak aktif, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Bangka Selatan kembali dihidupkan.
Pengaktifan kepengurusan periode 2026–2031 ini menjadi langkah awal konsolidasi petani sawit di daerah tersebut untuk menjawab berbagai persoalan struktural yang dihadapi pekebun.
Pelantikan sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru dilakukan oleh DPW APKASINDO Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Acara tersebut digelar di kediaman H Alwi, Desa Nyelanding, Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (6/1/2026), dan dihadiri langsung Ketua DPW APKASINDO Babel, H Sahurudin.

Dalam kepengurusan baru DPD APKASINDO Bangka Selatan periode 2026–2031, Johan dipercaya sebagai Ketua, Dodi Setiawan sebagai Sekretaris, dan Rudi Alwi sebagai Bendahara.
Ketua DPW APKASINDO Babel, H Sahurudin, menegaskan bahwa pengaktifan kembali DPD Bangka Selatan menjadi penting untuk memastikan suara petani sawit terorganisasi dengan baik.
“APKASINDO harus hadir sebagai wadah perjuangan petani, bukan hanya simbol. Organisasi harus aktif mendampingi petani menghadapi persoalan riil di lapangan,” ujarnya.
Salah satu persoalan krusial yang mengemuka dalam forum diskusi adalah tumpang tindih status lahan kebun sawit. Ketua DPD APKASINDO Bangka Tengah, Maladi SH MH, memberikan edukasi sekaligus solusi awal terkait masalah tersebut.

“Masalah lahan tidak bisa diselesaikan sendiri oleh petani. Dibutuhkan pendataan yang rapi dan advokasi kelembagaan agar hak petani tidak tergerus,” kata Maladi di hadapan peserta.
Sementara itu, Ketua DPD APKASINDO Kabupaten Bangka, Jamaludin, mendorong kepengurusan baru untuk segera bergerak membentuk struktur hingga tingkat kecamatan.
“DPU di delapan kecamatan harus segera dibentuk agar koordinasi dengan petani lebih efektif,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan APKASINDO dalam pengawasan distribusi pupuk dan penyediaan bibit sawit unggul.
“Petani perlu pupuk berkualitas dan bibit yang jelas asal-usulnya. APKASINDO harus dilibatkan agar pengawasan berjalan,” tambahnya.

Selain itu, Jamaludin menyoroti perlunya penyetaraan harga tandan buah segar (TBS), pendataan petani untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, serta sosialisasi program Beasiswa SDM Kelapa Sawit bagi anak-anak petani.
“Perlindungan sosial dan peningkatan kualitas SDM petani sama pentingnya dengan produksi,” tegasnya.
Acara pelantikan turut dihadiri perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bangka Selatan, Pemerintah Desa Nyelanding, jajaran pengurus DPD APKASINDO Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, serta para petani sawit setempat.
Dengan aktifnya kembali DPD APKASINDO Bangka Selatan, organisasi petani sawit ini diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus garda depan dalam memperjuangkan kepastian lahan, kesejahteraan, dan keberlanjutan usaha perkebunan rakyat di daerah tersebut.
Tags:



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *