
sawitsetara.co - SURABAYA — Limbah tandan kosong kelapa sawit berpotensi memiliki nilai tambah di luar pemanfaatan konvensional. Guru Besar ke-248 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Profesor Hosta Ardhyananta, memanfaatkannya sebagai salah satu bahan alami untuk mengembangkan material komposit hibrida.
Penelitian Hosta memadukan sumber daya alam Indonesia dengan material sintetis. Salah satu bahan yang digunakan adalah serat selulosa dari limbah tandan kosong kelapa sawit.
Material yang dikembangkan merupakan komposit hibrida dengan dua atau lebih komponen pengisi atau filler. Komponen tersebut terdiri atas filler partikel mikro berbentuk spherical dan serat mikro.
Kombinasi itu dirancang untuk menghasilkan material dengan karakteristik berbeda dari material penyusunnya. Hasil pengujian menunjukkan kekuatan lentur dan kekuatan tarik komposit meningkat, sementara densitas material tetap rendah.
“Kombinasi komponen ini mampu menghasilkan material baru dengan sifat yang unggul seperti densitas yang rendah namun kekuatan mekanik tinggi,” ujar Hosta, dikutip dari laman ITS.
Serat TKKS sebagai Filler
Dalam pengembangan komposit polimer, matriks dapat berasal dari minyak bumi, tumbuhan, maupun hewan. Sementara itu, sejumlah material alami seperti serat alam, biomassa, selulosa, dan serat mikro dapat dimanfaatkan sebagai filler.
Serat selulosa dari tandan kosong kelapa sawit menjadi salah satu material alami yang digunakan Hosta dalam penelitian tersebut. Limbah serat alam dinilai memiliki potensi karena mampu membentuk ikatan yang kuat dengan matriks epoksi.
“Padahal, filler limbah serat alam bernilai tinggi karena ikatan yang kuat pada matriks epoksi,” kata Hosta.
Pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan komposit juga berkaitan dengan ketersediaan bahan baku lokal. Limbah tersebut masih memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi material bernilai tambah.
Pendekatan tersebut menempatkan limbah sawit bukan hanya sebagai produk samping industri perkebunan, tetapi juga sebagai sumber bahan baku untuk pengembangan material.
Dari Limbah Sawit hingga Material Strategis
Hosta mengatakan pemanfaatan sumber daya lokal tidak berhenti pada pengembangan material berbasis serat. Pada komoditas kelapa sawit, sumber daya lokal juga dapat dikembangkan melalui pengolahan minyak sawit menjadi biogasoline.
Menurut dia, pemanfaatan bahan baku lokal dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap material dari luar negeri
“Pemanfaatan sumber daya lokal ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap material impor,” ujar Hosta.
Material komposit polimer hasil pengembangan tersebut memiliki potensi penggunaan di berbagai sektor. Di antaranya transportasi, dirgantara, energi, konstruksi, kesehatan, hingga pertahanan.
Pengembangan material berbasis sumber daya lokal itu sekaligus menunjukkan peluang hilirisasi kelapa sawit pada sektor nonpangan dan nonenergi. Limbah seperti tandan kosong dapat diarahkan menjadi bagian dari rantai nilai baru apabila diproses dengan teknologi yang tepat.
Penelitian Hosta juga berkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-7 mengenai energi bersih dan terjangkau serta tujuan ke-9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *