
sawitsetara.co – PASAMAN BARAT – Bebrabagai langkah terus dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk mendorong ekspor komoditas andalan dari masing-masing daerah, salah satunya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar). Guna mendorong ekspor maka Pemda Sumbar mengajukan bantuan sebessar Rp368 miliar ke pemerintah pusat untuk menuntaskan pembangunan jalan dan jembatan menuju Pelabuhan Laut Teluk Tapang Air Bangis.
Hal ini dinilai penting untuk mendorong ekspor di wilayah Pasaman Barat dan sekitarnya. Salah satu ekspor yang akan didorong yakni kelapa sawit dengan luas tanam mencapai 101.402 hektar dan produksi 330.881 ton/tahun.
Sekretaris Dinas Perhubungan Pasaman Barat Sukarni mengungkapkan, pelabuhan ini memiliki potensi besar, mengingat Pasaman Barat merupakan penghasil utama kelapa sawit
“Secara geografis posisi Pelabuhan Teluk Tapang juga dinilai lebih efisien dibandingkan Teluk Bayur,” jelas Sukarni, kepada media, Jum’at (2/1/2026).

Sukarni menambahkan, Jarak tempuh logistik dari Simpang Empat Pasaman Barat ke Teluk Tapang hanya 2,5 jam, dibandingkan 4,5 jam ke Teluk Bayur Kota Padang. Pelabuhan ini juga mudah diakses dari Sumatera Utara melalui Kabupaten Mandailing Natal yang hanya berjarak tiga kilometer dari perbatasan.
Lebih lanjut, terkait dengan ekspor sawit Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sardjono mengakui bahwa secara YoY sampai Oktober, ekspor produk kelapa sawit tahun 2025 mencapai 27.691 ribu ton atau naik sekitar 11,49% lebih tinggi dari ekspor tahun 2024 sebesar 24.837 ribu ton.
Peningkatan negara ekspor pada Oktober dibanding bulan sebelumnya antara lain ke China 203 ribu ton, Pakistan 131 ribu ton, Afrika 52 ribu ton, EU-27 50 ribu ton, India 38 ribu ton, Bangladesh 32 ribu ton, dan Middle East 28 ribu ton.
Sedangkan penurunan ekspor terjadi untuk tujuan USA kurang lebih sekitar 3,2 ribu ton dan Malaysia sekitar 0,3 ribu ton.

Nilai ekspor produk sawit bulan Oktober mengalami peningkatan dari USD2,528 miliar di bulan September menjadi US$ 3,292 miliar pada bulan Oktober atau meningkat sebesar 30,22%.
Secara YoY sampai dengan bulan Oktober, nilai ekspor 2025 mencapai USD30,605 miliar lebih tinggi 36,19% dari ekspor tahun 2024 sebesar USD22,472 miliar.
"Peningkatan nilai ekspor yang terjadi selain karena meningkatnya volume ekspor, juga karena harga rata-rata Januari-Oktober tahun 2025 sebesar US$ 1.217/ton Cif Rotterdam yang lebih tinggi dari rata-rata Januari-Oktober tahun 2024 sebesar US$ 1.038/ton Cif Rotterdam," pungkas Mukti.




Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *