KONSULTASI
Logo

Pembibitan APKASINDO Kota Batak Hadirkan Bibit Sawit Unggul Bersertifikat

24 Februari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Pembibitan APKASINDO Kota Batak Hadirkan Bibit Sawit Unggul Bersertifikat

sawitsetara.co - KAMPAR — Bagi petani yang kesulitan mendapatkan bibit kelapa sawit unggul dan bersertifikat, kini terjawab melalui Pembibitan Sawit Asosiasi Petani Kelapa Sawit (APKASINDO) Kota Batak.

Dikelola dengan pengawasan ketat dan standar mutu tinggi, pembibitan ini menghadirkan bibit sawit berkualitas yang siap mendukung produktivitas kebun petani dalam jangka panjang.

Bukan ecek-ecek, pembibitan yang terletak di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau ini peresmian dilakukan oleh Direktur Perbenihan Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang diwakili Direktur Perbenihan Perkebunan, Ebi Rulianti, S.P., M.Sc.

WhatsApp Image 2026-02-24 at 12.59.32.jpeg

Pengelola Pembibitan APKASINDO Kota Batak, Bruder Wilfrid Gino Sipayung, mengatakan pendirian pembibitan ini berangkat dari kesulitan petani mendapatkan benih unggul yang terjamin kualitasnya. Biarawan ini telah menggeluti bidang pembibitan sawit belasan tahun.

“Dulu kita kesulitan untuk memperoleh benih yang unggul, yang bersertifikat. Oleh karena itu timbullah ide untuk membuat suatu pembenihan dan jadilah di tempat ini,” ujar Bruder Gino.

Ia menjelaskan, pembibitan ini tidak hanya ditujukan untuk kepentingan internal, tetapi juga dibuka bagi masyarakat luas yang membutuhkan bibit berkualitas.

WhatsApp Image 2026-02-24 at 13.00.24.jpeg

Saat ini, Pembibitan APKASINDO Kota Batak memiliki kapasitas hingga 250 ribu bibit per siklus. Pada tahap berjalan, terdapat sekitar 100 ribu bibit di main nursery dan 75 ribu bibit di pre-nursery yang siap ditransplanting secara bertahap.

Bruder Gino menegaskan, seluruh proses pembibitan diawasi ketat agar bibit yang dilepas ke petani benar-benar memenuhi standar. Pengelola menerapkan proses seleksi berlapis untuk menjaga kualitas bibit tetap konsisten. Mulai dari kecambah datang hingga bibit siap tanam, seluruh tahapan diawasi secara ketat.

“Kita pastikan bibit yang berkualitas itu bisa kita lihat dari bentuk fisik karakter tanaman. Pertumbuhannya jegur, hijau, dan sesuai dengan umur tanaman,” katanya.

Selain fisik, bibit juga harus bebas dari penyakit dan kelainan genetik. Tidak cacat, tidak terkena penyakit, dan bebas dari kelainan seperti chimera, twisted, erect, atau giant. “Itu harus kita lakukan seleksi yang sangat-sangat ketat,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026-02-24 at 13.00.59.jpeg

Menurut Bruder Gino, faktor genetik menjadi penentu utama kualitas bibit. Untuk menjaga konsistensi, seleksi dilakukan berulang di setiap tahap. Ia menambahkan, kualitas bibit unggul berdampak besar terhadap produktivitas kebun dalam jangka panjang.

“Sortasi kita lakukan dari kecambah datang, penanaman, pre-nursery dua kali, mau transplanting diseleksi lagi, dan di main nursery juga kita lakukan seleksi,” jelasnya. “Bibit yang tidak berkualitas hanya bisa berproduksi sekitar 50 persen dari bibit yang berkualitas.”

Tags:

bibit sawit

Berita Sebelumnya
Seri I Perkelapasawitan Indonesia: Asal-Usul, Perkembangan, dan Dampaknya terhadap Perubahan Tata Ruang Wilayah

Seri I Perkelapasawitan Indonesia: Asal-Usul, Perkembangan, dan Dampaknya terhadap Perubahan Tata Ruang Wilayah

Kelapa sawit telah menjadi salah satu komoditas paling menentukan dalam perjalanan ekonomi Indonesia kontemporer. Ia hadir bukan hanya sebagai sumber devisa dan penggerak ekspor, tetapi juga sebagai kekuatan yang membentuk ulang struktur agraria, tata ruang wilayah, hubungan sosial pedesaan, dan arah pembangunan nasional.

| Edukasi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *