KONSULTASI
Logo

Cari Bibit Berkualitas? Begini Proses Penangkaran Benih Sawit di Pembibitan APKASINDO Redang Seko

11 Maret 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Cari Bibit Berkualitas? Begini Proses Penangkaran Benih Sawit di Pembibitan APKASINDO Redang Seko
HOT NEWS

sawitsetara.co - REDANG SEKO – Tahap pembibitan menjadi fondasi utama dalam menentukan keberhasilan produksi kelapa sawit. Kesalahan pada fase ini dapat memengaruhi produktivitas tanaman hingga puluhan tahun.

Pengelola Pembibitan APKASINDO Redang Seko, Suster M. Loly Vianty Manalu FCJM, menjelaskan bahwa proses pembibitan dilakukan melalui dua tahapan utama, yaitu pre-nursery dan main nursery.

WhatsApp Image 2026-03-11 at 11.43.22.jpeg

Pada tahap pre-nursery, kecambah sawit ditanam dalam polibag kecil selama sekitar tiga bulan. Setelah tanaman menunjukkan pertumbuhan yang baik, bibit kemudian dipindahkan ke polibag lebih besar di main nursery.

“Biasanya setelah tiga bulan di pre-nursery, bibit dipindahkan ke main nursery ketika batangnya mulai kuat dan perakarannya sudah berkembang,” jelasnya.

DPP

Dalam proses pembibitan, beberapa faktor penting harus diperhatikan agar bibit tetap sehat, antara lain penyiraman, pemupukan, dan pemantauan rutin terhadap hama serta penyakit.

WhatsApp Image 2026-03-11 at 11.42.30.jpeg

Menurut Suster Loly, penyiraman bibit di pembibitan dilakukan dua kali sehari, yakni pagi dan sore. Sistem penyiraman menggunakan jaringan pipa agar distribusi air lebih merata dan efisien.

Ia menambahkan, pengawasan rutin menjadi kunci untuk mencegah penyebaran hama atau penyakit yang dapat merusak bibit dalam jumlah besar.

DPP

“Kalau ada bibit yang terkena penyakit harus cepat ditangani, karena kalau dibiarkan bisa menular ke bibit lain,” ujarnya.

Suster Loly menegaskan bahwa bibit yang dikelola secara profesional biasanya memiliki ciri fisik yang jelas, seperti batang lebih besar, daun hijau segar, serta perakaran kuat.

WhatsApp Image 2026-03-11 at 11.42.18 (1).jpeg

Sebaliknya, bibit dari sumber yang tidak jelas umumnya memiliki pertumbuhan lambat, batang kecil, dan daun cenderung kekuningan meskipun sudah berumur cukup lama.

Ia berharap petani sawit, khususnya petani swadaya, semakin memahami pentingnya pembibitan berkualitas untuk memastikan produktivitas kebun dalam jangka panjang.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dan mendalam terkait produk Pembibitan APKASINDO Redang Seko simak video podcast Sawit TALK dengan klik tautan berikut:

SAWIT TALK- SALAH PILIH BIBIT SAWIT, DAMPAKNYA 25 TAHUN! JANGAN SAMPAI TERJADI

Tags:

bibit sawit

Berita Sebelumnya
APKASINDO Riau Tanggapi Usulan Pajak Sawit per Pohon: Dukung PAD, Tapi Jangan Bebani Petani

APKASINDO Riau Tanggapi Usulan Pajak Sawit per Pohon: Dukung PAD, Tapi Jangan Bebani Petani

Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Riau, H. Suher, menanggapi usulan DPRD Provinsi Riau yang berencana mengenakan pajak air permukaan sebesar Rp1.700 per batang kelapa sawit per bulan.

10 Maret 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *