
sawitsetara.co - Komitmen Pemerintah Kabupaten Kaur dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit terus berlanjut. Melalui program Satu Juta Bibit Sawit Gratis, Pemkab Kaur kembali akan menyalurkan 20 ribu batang bibit sawit kepada petani pada tahap lanjutan yang dijadwalkan pertengahan Februari 2026.
Program strategis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Kabupaten Kaur, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya petani sawit.
Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P, menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat sebagai penerima manfaat.
“Program satu juta bibit sawit gratis ini kita harapkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, bibit yang telah disalurkan harus dijaga dan dirawat dengan baik agar dapat tumbuh optimal dan beberapa tahun ke depan bisa menghasilkan,” ujar Gusril.

Ia secara khusus mengingatkan masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam menjaga tanaman sawit dari potensi kerusakan, terutama akibat hewan ternak yang dilepasliarkan.
“Saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung program ini, salah satunya dengan mengandangkan hewan ternak peliharaan agar tidak merusak atau mengganggu proses tanam dan pertumbuhan bibit sawit,” tegasnya.
Menurut Gusril, kesadaran dan kepedulian bersama menjadi kunci agar bibit sawit yang telah dibagikan tidak rusak sebelum masa produktif. Dengan pengelolaan yang baik, program ini diyakini mampu memberikan hasil yang berkelanjutan.

“Melalui program pengembangan perkebunan sawit ini, kami berharap produktivitas kebun masyarakat meningkat secara signifikan, pendapatan petani bertambah, dan pada akhirnya berdampak positif bagi perekonomian daerah secara keseluruhan,” tuturnya.
Pemkab Kaur optimistis, program Satu Juta Bibit Sawit Gratis akan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat sektor perkebunan rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *