
sawitsetara.co - PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Perkebunan menargetkan sebanyak 11.600 hektare kebun kelapa sawit milik masyarakat masuk dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pada tahun 2026. Program strategis ini didukung pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, menyampaikan bahwa target tersebut akan direalisasikan secara bertahap. Pada tahap pertama, seluas 5.000 hektare kebun sawit rakyat yang tersebar di kabupaten/kota se-Riau akan diremajakan.
“Untuk tahun 2026 ini, target PSR di Riau seluas 11.600 hektare. Tahap pertama kita mulai dengan 5.000 hektare terlebih dahulu,” ujar Supriadi, Kamis (19/2).
Program PSR menjadi peluang besar bagi petani sawit di Riau untuk meningkatkan produktivitas kebun mereka, terutama bagi tanaman yang sudah tua atau tidak lagi optimal. Melalui program ini, setiap hektare lahan akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp60 juta.
“Setiap satu hektare dibantu Rp60 juta. Satu petani bisa maksimal mengajukan hingga empat hektare,” jelasnya.
Dengan skema tersebut, satu petani berpotensi memperoleh bantuan hingga Rp240 juta untuk proses peremajaan kebun. Bantuan dana ini nantinya akan langsung ditransfer ke rekening pribadi masing-masing petani, sehingga prosesnya lebih transparan dan tepat sasaran.
Namun, untuk dapat mengikuti program PSR, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya, lahan yang diajukan tidak berada dalam kawasan hutan serta memiliki legalitas yang jelas. Petani juga diwajibkan memiliki kelembagaan, seperti tergabung dalam kelompok tani atau koperasi.
“Alas hak lahan harus ada, bisa berupa SKT atau SKGR. Selain itu, petani juga wajib memiliki rekening pribadi karena dana bantuan langsung masuk ke rekening masing-masing,” terangnya.
Dinas Perkebunan Riau pun mengajak seluruh petani sawit di daerah tersebut untuk segera melengkapi persyaratan administrasi agar dapat memanfaatkan program ini. Menurut Supriadi, PSR bukan hanya soal bantuan dana, tetapi juga upaya jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit rakyat di Riau.
Dengan peremajaan yang terencana dan dukungan pendanaan dari pemerintah, diharapkan produktivitas kebun sawit masyarakat meningkat signifikan. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani serta memperkuat posisi Riau sebagai salah satu sentra perkebunan kelapa sawit nasional.


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *