KONSULTASI
Logo

Penguatan ISPO untuk Industri Sawit yang Berkelanjutan

10 Maret 2026
AuthorIbnu
EditorIbnu
Penguatan ISPO untuk Industri Sawit yang Berkelanjutan
HOT NEWS

sawitsetara.co — JAKARTA — Pemerintah memperkuat tata kelola industri kelapa sawit nasional melalui penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang kini bersifat wajib. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi menjaga daya saing sawit Indonesia di tengah tekanan dan dinamika pasar global.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menilai penguatan standar keberlanjutan merupakan langkah fundamental agar komoditas sawit tetap diterima pasar internasional sekaligus memberikan nilai tambah di dalam negeri.

“Indonesia tidak boleh mundur. Sawit adalah kekuatan ekonomi bangsa. Karena itu, tata kelolanya harus kuat dan berkelanjutan, serta didorong ke arah hilirisasi agar manfaat ekonominya semakin luas,” ujar Amran.


DPP

Amran menegaskan, transformasi sub sektor perkebunan perlu diarahkan pada pengembangan industri turunan, sehingga sawit tidak hanya bertumpu pada ekspor bahan mentah, melainkan menjadi basis industrialisasi nasional.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa sawit Indonesia memiliki keunggulan produktivitas dan efisiensi lahan dibanding minyak nabati lainnya. Dengan luas tutupan 16,83 juta hektare dan proyeksi produksi CPO 2025 mencapai 48,12 juta ton, Indonesia tetap menjadi produsen utama dunia.

Selain berkontribusi terhadap devisa, sektor ini juga menyerap lebih dari 16 juta tenaga kerja, termasuk 5,2 juta pekebun rakyat. Pemerintah, kata Roni, terus mendampingi pekebun melalui program peremajaan, dukungan sarana prasarana, penguatan SDM, serta riset untuk memastikan produktivitas berjalan seiring prinsip keberlanjutan. “Sawit menyerap banyak tenaga kerja. Karena itu, produktivitas dan keberlanjutan harus berjalan beriringan,” ujarnya.


DPP

Roni optimistis, dengan penguatan standar dan pengembangan industri turunan di dalam negeri, posisi sawit Indonesia akan semakin kokoh sebagai pilar ekonomi nasional sekaligus kontributor penting bagi kebutuhan pangan dan energi global.

Sebelumnya, Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kuntoro Boga Andri menjelaskan, sebagai bagian dari penguatan kebijakan hilirisasi perkebunan nasional, Direktorat Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kementerian Pertanian menempatkan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai instrumen strategis untuk memastikan bahwa peningkatan nilai tambah industri sawit berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lingkungan dan tata kelola yang baik pada tahun 2026.

“ISPO kami dorong tidak semata sebagai kewajiban regulatif, tetapi sebagai standar operasional yang terintegrasi dengan pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab, efisiensi penggunaan lahan, pengurangan emisi, serta perlindungan lingkungan dalam rantai pasok perkebunan,” ungkap Kuntoro.




Berita Sebelumnya
Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026 Segera Dibuka, Simak Jalur dan Persyaratannya

Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026 Segera Dibuka, Simak Jalur dan Persyaratannya

Program ini terbuka bagi masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan industri kelapa sawit. Melalui program tersebut, pemerintah berharap lahir tenaga profesional yang mampu mengelola perkebunan sawit secara modern dan berkelanjutan.

9 Maret 2026 | Edukasi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *