
sawitsetara.co – PEKANBARU — Ketua Badan Pengurus Wilayah Riau Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia (PPBTPI), Drs. Puncak, menegaskan organisasi hanya memberikan pembinaan, edukasi, dan perlindungan kelembagaan kepada penangkar benih yang terdaftar sebagai anggota resmi asosiasi.
Penegasan tersebut disampaikan Puncak dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sertifikasi Benih dan Perlindungan Penangkar Benih Kelapa Sawit di Provinsi Riau, yang ditaja PPBTPI di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Selasa (3/11/2026).
Menurut Puncak, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk memperkuat tata kelola usaha perbenihan. Ia ingin menciptakan ekosistem usaha yang sehat, adil, dan berjalan sesuai regulasi pemerintah.
Ia menilai keanggotaan dalam asosiasi bukan sekadar formalitas organisasi. Penangkar harus memiliki komitmen untuk mematuhi aturan dan kode etik dalam menjalankan kegiatan usaha.
“Bagi para penangkar yang memilih berjalan sendiri di luar koridor organisasi dan tidak terdaftar dalam asosiasi, segala bentuk risiko, perlindungan hukum maupun aplikasi usaha di lapangan berada di luar tanggung jawab dan perlindungan kami,” tegas Puncak.
Ia menjelaskan, organisasi membutuhkan kesamaan komitmen dari seluruh anggotanya. Kepatuhan terhadap regulasi menjadi salah satu syarat penting untuk membangun kepercayaan dan memperkuat posisi penangkar dalam industri perbenihan.
Puncak berharap seluruh penangkar di Riau tidak hanya memanfaatkan organisasi ketika membutuhkan bantuan. Mereka juga harus berkontribusi menjaga nama baik asosiasi dengan menjalankan usaha secara profesional.
Menurut dia, organisasi memiliki peran strategis dalam memperjuangkan kepentingan penangkar, membangun komunikasi dengan pemerintah, serta memberikan edukasi mengenai ketentuan perbenihan.
Karena itu, konsolidasi kelembagaan menjadi salah satu agenda penting PPBTPI Riau. Penangkar diharapkan bergabung dalam organisasi resmi agar memiliki wadah komunikasi dan pembinaan yang jelas.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk merapatkan barisan, menyamakan persepsi, dan berkomitmen penuh pada legalitas. Hanya dengan bersatu di bawah payung organisasi yang resmi dan taat hukum, proses penangkaran benih di Riau akan semakin kuat, bermartabat, dan terlindungi,” katanya.
Puncak juga mengajak peserta FGD menyepakati komitmen untuk mengikuti regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Menurut dia, keseragaman pemahaman terhadap aturan diperlukan agar tidak terjadi persoalan dalam praktik usaha perbenihan.
Perlindungan Penangkar Harus Diperkuat
Puncak mengatakan besarnya potensi perkebunan kelapa sawit di Riau harus diimbangi dengan penguatan sektor perbenihan. Penangkar memiliki posisi penting dalam menyediakan bahan tanaman berkualitas bagi petani.
Namun, keberadaan penangkar juga harus didukung tata kelola usaha yang tertib. Legalitas dan keanggotaan organisasi diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat profesionalisme pelaku usaha.
Melalui FGD tersebut, PPBTPI Riau ingin mempertemukan pemerintah, produsen benih, penangkar, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyamakan persepsi mengenai sertifikasi dan perlindungan usaha.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Perbenihan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ebi Rulianti, SP., M.Sc., beserta tim dari Jakarta; Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Dwi Herteddy, SE., MP.; Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, S.Hut., MT.; serta Kepala UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Provinsi Riau, Bayu Surya, ST.
Hadir pula Sekretaris Jenderal PPBTPI Indonesia, Ir. Rusbandi, yang mewakili Ketua Umum PPBTPI Indonesia; Sekretaris PPBTPI Riau, Dr. Eko Jaya Siallagan, SP., M.Si.; Dewan Pembina PPBTPI Riau, Dr. Firdaus, ST., MT.; Dewan Pengawas PPBTPI Riau, Dr. H. Tengku Rusli Ahmad, SE., MM. dan KH Suher yang juga menjabat Ketua APKASINDO Riau; serta Dewan Pakar PPBTPI Riau, Dr. Riyadi Mustofa.
Turut hadir perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Riau, DPMPTSP Provinsi Riau, Rian; perwakilan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, Nanang Supena, MP.; Ketua PPBTPI Riau, Drs. Puncak, beserta jajaran pengurus, para penangkar, produsen benih, sponsor, tamu VIP, dan undangan dari berbagai unsur industri perkebunan.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *