KONSULTASI
Logo

RAN-KSB Diharapkan Jadi Payung Kebijakan Sawit

30 April 2026
AuthorIbnu
EditorIbnu
RAN-KSB Diharapkan Jadi Payung Kebijakan Sawit
HOT NEWS

sawitsetara.co - JAKARTA – Industri sawit kembali menjadi motor penting perekonomian nasional. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) mencatat kontribusinya mencapai 3,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau total nilai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan perekonomian nasional.

Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) di Jakarta.

Dida menjelaskan, kinerja industri sawit juga tercermin dari capaian ekspor 2025 yang mencapai rekor sekitar USD 40 miliar dengan volume 38,84 juta ton, atau tumbuh 11 persen.

“Ini cukup besar. Dan nilai ekspor di tahun 2025 mencapai rekornya juga, sekitar USD 40 miliar untuk sawit ini dengan volume 38,84 juta ton atau meningkat 11 persen,” ujarnya.

Kinerja positif tersebut menunjukkan bahwa sawit tidak hanya menjadi komoditas unggulan ekspor Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para pekebun rakyat.

“Ini tercermin dari perbaikan harga tandan buah segar (TBS) yang memberikan dampak positif bagi pekebun,” ujarnya.


apkasindo

Dalam rapat tersebut juga mengemuka pentingnya penguatan kerangka kebijakan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. RAN-KSB diharapkan dapat menjadi payung kebijakan nasional untuk memastikan koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga, sinkronisasi pusat dan daerah, serta keterpaduan antara perencanaan, instrumen fiskal, dan implementasi di lapangan, termasuk pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit untuk mendukung pelaksanaan di daerah.

“Sekali lagi, kami mengajak komitmen kita semua agar sawit ini terus kita jaga untuk selalu menjadi komoditi unggulan dan sebagai alat utama untuk kesejahteraan masyarakat kita,” pungkas Dida.



Berita Sebelumnya
Ditengah Konflik Geopolitik, Pendapatan Astra Agro Kuartal I/2026 Sebesar Rp7,5 Triliun

Ditengah Konflik Geopolitik, Pendapatan Astra Agro Kuartal I/2026 Sebesar Rp7,5 Triliun

PT Astra Agro Lestari Tbk (IDX: AALI) atau Astra Agro mencatatkan kinerja yang cemerlang pada kuartal I/2026 dengan pendapatan sebesar Rp7,5 triliun dan laba bersih mencapai Rp373 miliar. Pada sisi top line Astra Agro mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,8% year-on-year (YoY) sedangkan bottom line naik 34,8% yoy.

29 April 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *