KONSULTASI
Logo

APKASINDO Rekomendasikan Mobil BAIC untuk Petani Sawit, Cocok Hadapi Medan Berat

24 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
APKASINDO Rekomendasikan Mobil BAIC untuk Petani Sawit, Cocok Hadapi Medan Berat

sawitsetara.co - PEKANBARU — Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) bekerja sama dengan BAIC Pekanbaru untuk memberikan penawaran khusus kepada petani sawit yang berminat membeli kendaraan BAIC. Melalui kerja sama ini, anggota APKASINDO memperoleh potongan harga khusus kepada anggota APKASINDO untuk pembelian berbagai model BAIC.

Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, mengatakan karakter sejumlah kendaraan BAIC sesuai dengan kebutuhan petani sawit, khususnya untuk menghadapi medan perkebunan yang berat. BAIC sendiri merupakan kendaraan yang diproduksi oleh Beijing Automotive Industry Holding Co., Ltd. (BAIC Group), yang disebut sebagai badan usaha milik negara Tiongkok.

“Mobil BAIC sudah terjamin bagus karena dibuat oleh BUMN-nya China. Mobilnya cocok dengan petani karena memiliki 4WD, cocok untuk daerah berlumpur dan kondisi jalan yang buruk,” ujar Dr. Gulat saat berkunjung ke BAIC Pekanbaru di Jl. Soekarno - Hatta No. 128, Labuh Baru Timur, Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, Kamis (24/9/2026).

apkasindo

Salah satu model yang ditawarkan adalah BAIC BJ40 Plus, SUV 4WD yang dilengkapi electronic shifter, front & rear differential lock, serta ground clearance 210 mm. Kendaraan ini menggunakan mesin 2.0L Turbo 4-silinder dengan tenaga 221 HP dan torsi 380 Nm, dipadukan transmisi otomatis 8-percepatan ZF. BJ40 Plus juga dilengkapi Hill Descent Control, jok kulit, electric seat dengan lumbar support, serta kapasitas bagasi hingga 965 liter saat kursi belakang dilipat.

Selain kendaraan berbahan bakar bensin, BAIC menawarkan BAIC T1, kendaraan listrik (EV) dengan jarak tempuh hingga 425 kilometer berdasarkan CLTC. T1 menggunakan baterai LFP 42,3 kWh dan motor Permanent Magnet Synchronous Motor, dengan konsumsi energi sekitar 11,2 kWh/100 km serta kecepatan maksimum 150 km/jam. Pengisian 30–80 persen diklaim membutuhkan sekitar 25 menit pada kondisi yang tercantum dalam spesifikasi produk.

Dari sisi fitur, BAIC T1 dilengkapi layar kontrol tengah 15,6 inci, CarPlay dan EasyConnection, panoramic sky curtain, kamera 360 derajat, sensor parkir depan-belakang, serta sejumlah fitur bantuan pengemudi atau ADAS.

apkasindo

BAIC juga memiliki BJ30 HEV, SUV hybrid yang memadukan mesin 1.5L Turbo dengan dua motor listrik dan sistem 2 DHT (Dual Hybrid Transmission). Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga maksimum hingga 402 HP dan torsi 680 Nm. BJ30 HEV memiliki tangki bahan bakar 60 liter dan tersedia dalam pilihan FWD maupun real-time 4WD. Varian yang ditawarkan mencakup Elite, Premium, dan Adventure, dengan varian Adventure mengusung konfigurasi AWD/4WD serta fitur tambahan untuk mendukung berbagai kondisi berkendara. Kelebihannya, varian ini, saat melaju menggunakan bahan bakar bensin, baterai listriknya akan secara otomatis terisi daya.

Sementara itu, bagi konsumen yang mengutamakan gaya dan kenyamanan, tersedia BAIC X55 II Lite & Prime dengan konsep “Young and Fun Driving Pleasure”. SUV ini mengusung desain sporty, sport bucket seat, serta fitur heated & ventilated seat. X55 II juga dilengkapi Adaptive Cruise Control. Varian Lite menggunakan pelek 18 inci, sedangkan varian Prime dilengkapi panoramic sunroof.

Kerja sama APKASINDO dan BAIC Pekanbaru tersebut memberikan pilihan kendaraan dengan karakter berbeda, mulai dari SUV 4WD untuk medan berat, kendaraan listrik, SUV hybrid, hingga SUV sporty untuk penggunaan sehari-hari. Anggota APKASINDO yang ingin mendapatkan informasi mengenai program penawaran khusus dapat menghubungi narahubung:

Rima

0896-2963-8812

Tags:

APKASINDO

Berita Sebelumnya
Biodiesel Sawit Jadi Pilar Kemandirian Energi Asia Tenggara, Indonesia Dorong Transisi B40 ke B50

Biodiesel Sawit Jadi Pilar Kemandirian Energi Asia Tenggara, Indonesia Dorong Transisi B40 ke B50

Wakil Ketua Umum Aprobi, Catra Aradea de Thouars, mengatakan pasar energi global saat ini menghadapi tantangan untuk menjaga kedaulatan energi di tengah tuntutan pengurangan emisi karbon.

23 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *