KONSULTASI
Logo

BPDP Bidik Anak Pekebun Papua Barat Daya Lewat Beasiswa Sawit dan Kuota Afirmasi

15 Mei 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
BPDP Bidik Anak Pekebun Papua Barat Daya Lewat Beasiswa Sawit dan Kuota Afirmasi

sawitsetara.co - SORONG — Badan Pengelola Dana Perkebunan menggencarkan sosialisasi Program Beasiswa Sawit di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada 12 Mei 2026. Program ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi anak-anak keluarga pekebun sawit sekaligus mendorong pengarusutamaan gender di sektor perkebunan.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi BPDP bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Papua Barat, Provinsi Papua, serta KPPN Sorong. Sekitar 160 siswa SMA/SMK sederajat mengikuti sosialisasi itu bersama 50 guru dari 20 sekolah di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Sorong Selatan. Mayoritas peserta berasal dari keluarga pekerja sektor perkebunan kelapa sawit.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Papua Barat, Moch. Abdul Kobir, mengatakan Program Beasiswa Sawit menjadi bagian dari upaya negara membuka akses pendidikan tinggi di wilayah dengan keterbatasan layanan pendidikan.

“Program ini memiliki makna yang lebih luas. Beasiswa Sawit bukan hanya tentang bantuan biaya pendidikan, tetapi tentang menciptakan mobilitas sosial, memperluas kesempatan hidup, dan membangun generasi Papua yang unggul, mandiri, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Abdul Kobir.

Sawit Setara Default Ad Banner

Menurut dia, investasi pendidikan di wilayah timur Indonesia penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia perkebunan di masa depan.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP yang juga Ketua Pengarusutamaan Gender BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menyatakan program tersebut dirancang untuk mencetak generasi perkebunan yang kompetitif dan menjunjung kesetaraan gender.

“Melalui sosialisasi ini, diharapkan para guru dan siswa dapat memperoleh informasi lengkap tentang peluang, manfaat, dan mekanisme program Beasiswa Sawit dengan harapan semakin banyak putra-putri daerah Papua yang menjadi bagian dari masa depan perkebunan Indonesia yang berkelanjutan,” kata Zaid Burhan Ibrahim.

Ia menambahkan, BPDP juga mendorong kesetaraan akses pendidikan dan peluang karier bagi laki-laki maupun perempuan tanpa membedakan asal daerah dan latar belakang sosial.

Sawit Setara Default Ad Banner

Dalam pemaparan Direktorat Jenderal Perkebunan, Suparwati menyebutkan luas perkebunan sawit rakyat di Papua Barat Daya mencapai 3.600 hektare. Lahan tersebut dikelola 594 kepala keluarga petani yang tersebar di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan.

Kabupaten Sorong memiliki areal sawit rakyat seluas 3.214 hektare dengan 434 kepala keluarga petani. Adapun Kabupaten Sorong Selatan memiliki luas 386 hektare dengan 160 kepala keluarga petani.

“Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM perkebunan kelapa sawit, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkebunan bersama BPDP melaksanakan program Beasiswa Sawit yang pada tahun 2026 ini target pendidikan beasiswa sebanyak 5.000 orang,” ujar Suparwati.

Pemerintah juga menyediakan jalur afirmasi bagi peserta dari Papua, Nusa Tenggara, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), wilayah perbatasan, serta keluarga kurang mampu. Kuota afirmasi tersebut mencapai maksimal 30 persen dari total kuota penerima beasiswa.

Sebagai badan layanan umum, BPDP menghimpun dan mengelola dana pungutan ekspor kelapa sawit, termasuk untuk pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.

Sawit Setara Default Ad Banner

Kepala Divisi Penyaluran Dana Pengembangan SDM Perkebunan BPDP, Sudi Bawa Suwita, mengatakan beasiswa itu menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri sawit nasional.

“Program Beasiswa Sawit ini hadir sebagai investasi bagi generasi muda, yang tidak hanya mendorong kemajuan perkebunan sawit, tetapi juga memastikan keberlanjutannya bagi masa depan Indonesia,” kata Sudi.

BPDP mencatat sejak 2015 hingga 30 April 2026 jumlah penerima Beasiswa Sawit mencapai 13.265 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 4.975 penerima telah menyelesaikan pendidikan. Hingga 2025, program ini melibatkan 42 lembaga pendidikan pengembangan SDM perkebunan di 21 provinsi.

Tags:

Beasiswa SDM Sawit 2026

Berita Sebelumnya
Harga TBS Sawit Jambi Turun Rp34,46 per Kg untuk Usia 10–20 Tahun

Harga TBS Sawit Jambi Turun Rp34,46 per Kg untuk Usia 10–20 Tahun

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi periode 15 hingga 21 Mei 2026 mengalami penurunan.

14 Mei 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *