KONSULTASI
Logo

Pakis Nephrolepis biserrata Juga Bisa Mengundang Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit

7 Februari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Pakis Nephrolepis biserrata Juga Bisa Mengundang Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit
HOT NEWS

sawitsetara.co - JAKARTA — Keberhasilan produksi kelapa sawit tidak hanya ditentukan oleh pemupukan dan perawatan tanaman, tetapi juga sangat bergantung pada proses penyerbukan. Karena bunga jantan dan bunga betina kelapa sawit terpisah, tanaman ini membutuhkan bantuan polinator untuk memastikan terjadinya pembentukan buah. Dalam sistem alami perkebunan sawit, peran tersebut dijalankan oleh serangga penyerbuk, terutama kumbang moncong Elaeidobius kamerunicus.

Di tengah upaya menjaga populasi serangga penyerbuk, keberadaan vegetasi penunjang di kebun sawit menjadi faktor yang kerap luput diperhatikan. Salah satunya adalah gulma pakis Nephrolepis biserrata. Tanaman ini banyak ditemukan tumbuh di kebun kelapa sawit dan dikenal toleran terhadap naungan, sehingga mampu bertahan pada areal kelapa sawit menghasilkan.

Selama ini, Nephrolepis biserrata sering dianggap tidak bermanfaat dan dibersihkan dari batang sawit. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa tanaman paku ini justru berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kehadiran serangga penyerbuk.

Promosi ssco

Elaeidobius kamerunicus merupakan serangga penyerbuk paling efektif bagi kelapa sawit. Kumbang ini hidup dan berkembang dengan bergantung pada bunga jantan kelapa sawit. Saat merayap di spikelet bunga jantan, polen menempel pada tubuhnya.

Ketika kumbang tersebut berpindah ke bunga betina untuk mencari nektar, polen akan jatuh ke stigma dan terjadilah penyerbukan. Proses ini meningkatkan tingkat pembentukan buah dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan produksi minyak sawit.

Penelitian menunjukkan bahwa kehadiran Nephrolepis biserrata di batang dan sekitar pangkal tajuk kelapa sawit berkaitan erat dengan meningkatnya populasi Elaeidobius kamerunicus. Tanaman paku ini tumbuh secara epifit dan tidak mengambil unsur hara dari jaringan kelapa sawit.

Sebaliknya, Nephrolepis biserrata menciptakan kondisi mikroklimat yang lebih lembap dan teduh di sekitar tajuk bunga. Lingkungan seperti ini sangat disukai oleh serangga penyerbuk.

Promosi ssco

Penelitian yang dilakukan oleh Tomi Kristian Samosir dan tim dari Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta membuktikan bahwa perbedaan tingkat pertumbuhan Nephrolepis biserrata memberikan pengaruh nyata terhadap populasi Elaeidobius kamerunicus.

Hasil analisis menunjukkan bahwa pohon kelapa sawit dengan pertumbuhan Nephrolepis biserrata yang tinggi memiliki populasi serangga penyerbuk paling banyak. Sebaliknya, populasi serangga penyerbuk paling rendah ditemukan pada pohon kelapa sawit tanpa keberadaan tanaman paku tersebut.

Jumlah serangga penyerbuk juga dipengaruhi oleh waktu pengamatan. Populasi Elaeidobius kamerunicus lebih banyak ditemukan pada pagi hari dibandingkan sore hari. Kondisi udara yang lebih lembap pada pagi hari diduga menjadi faktor utama yang mendorong aktivitas serangga.

Seiring meningkatnya populasi Nephrolepis biserrata, jumlah serangga penyerbuk yang datang ke pangkal tajuk kelapa sawit juga semakin bertambah.

Faktor lingkungan yang paling menentukan dalam penelitian ini adalah kelembapan udara. Uji statistik menunjukkan bahwa kelembapan memiliki pengaruh nyata terhadap perbedaan populasi serangga penyerbuk. Pohon kelapa sawit dengan populasi Nephrolepis biserrata yang tinggi memiliki tingkat kelembapan paling besar di sekitar tajuk bunga.

Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi Elaeidobius kamerunicus untuk beraktivitas. Sementara itu, faktor suhu, intensitas cahaya, dan kecepatan angin tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan selama penelitian berlangsung.

Keberadaan Nephrolepis biserrata juga berkaitan dengan struktur tajuk kelapa sawit. Pada tanaman kelapa sawit yang telah menghasilkan dan memiliki daun rimbun, sinar matahari banyak tertahan di bagian atas kanopi. Dalam kondisi naungan tersebut, Nephrolepis biserrata mampu tumbuh dengan baik, sementara banyak gulma lain tidak bertahan. Pertumbuhan tanaman paku ini memperkuat kondisi lembap di sekitar tajuk bunga, yang pada akhirnya meningkatkan daya tarik bagi serangga penyerbuk.

Temuan ini menegaskan bahwa Nephrolepis biserrata tidak merugikan kelapa sawit. Sebaliknya, tanaman paku ini berperan sebagai pendukung ekosistem kebun dengan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi serangga penyerbuk alami. Kehadirannya tidak secara langsung meningkatkan populasi Elaeidobius kamerunicus, tetapi membentuk kondisi lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan hidup serangga tersebut.

Dengan meningkatnya populasi serangga penyerbuk, peluang keberhasilan penyerbukan kelapa sawit juga semakin besar. Hal ini berdampak positif terhadap tingkat pembentukan buah dan produktivitas kebun. Oleh karena itu, pengelolaan kebun sawit yang mempertimbangkan keberadaan Nephrolepis biserrata menjadi bagian penting dalam mendukung sistem produksi sawit yang efisien dan berkelanjutan.


Berita Sebelumnya
Bibit Unggul Jadi Kunci Produktivitas Sawit, Dapatkan Bibit Bersertifikat di Pembibitan APKASINDO

Bibit Unggul Jadi Kunci Produktivitas Sawit, Dapatkan Bibit Bersertifikat di Pembibitan APKASINDO

Asisten Pembibitan APKASINDO Pasir Putih, Noval Saragi, SP, mengatakan masih banyak petani yang salah kaprah dengan menganggap harga bibit sebagai beban biaya semata, bukan investasi jangka panjang.

6 Februari 2026 | Edukasi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *