KONSULTASI
Logo

BPDP Buka Call for Proposal Grant Riset 2026, Fokus pada Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan

10 April 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
BPDP Buka Call for Proposal Grant Riset 2026, Fokus pada Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan

sawitsetara.co - JAKARTA — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali membuka Program Grant Riset Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat riset dan inovasi di sektor perkebunan nasional, khususnya komoditas kelapa sawit, kelapa, dan kakao.

Program ini ditujukan bagi lembaga penelitian dan pengembangan di Indonesia guna mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi, keberlanjutan, hingga penciptaan produk dan pasar baru.

Dalam pengumuman resmi bernomor PENG-1/BPDP/2026 yang ditetapkan pada 6 April 2026, BPDP menyampaikan bahwa pengajuan proposal riset dibuka hingga 30 Juni 2026 melalui laman resmi program riset BPDP, https://program-riset.bpdp.or.id.

Sawit Setara Default Ad Banner

Fokus Prioritas Riset 2026

Pada tahun ini, BPDP menetapkan tujuh bidang utama terkait perkebunan nasional dengan komoditas sawit, kelapa, dan kakao dengan berbagai topik prioritas strategis. Terkait sawit, berikut tujuh bidang utama tersebut:

1. Bioenergi

- Teknologi Konversi minyak dan biomassa berbasis sawit untuk Bahan Bakar Nabati.

- Pemanfaatan biomassa sawit sebagai sumber material karbon untuk teknologi baterai berkelanjutan.

- Pengembangan katalis (termasuk biokatalis) produksi biodiesel yang lebih efektif, dapat didaur-ulang dan ramah lingkungan.

- Optimalisasi model bisnis/komersialisasi penyediaan dan pemanfaatan produk Bioenergi berbasis sawit (BBN/Biogas/Biomass).

- Kajian nilai ekonomi, keberlanjutan, dan dampak implementasi kebijakan pemanfaatan BBN secara komprehensif.

2. Biomaterial & Oleokimia

- Pengembangan teknologi konversi gliserol-sawit menjadi produk-produk kemurgi.

- Teknologi pengolahan minyak dan biomassa berbasis sawit untuk produk specialty/fine chemicals yang memiliki prospek ekonomi tinggi, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

- Pengembangan bahan penolong (processing aid) (Misalnya: filter aid, katalis) yang digunakan pada industri hilir sawit untuk mengurangi ketergantungan impor.

- Pengembangan biomaterial bernilai ekonomi tinggi berbasis sawit.

3. Pangan, Pakan, dan Kesehatan

- Pemanfaatan komponen utama dan minor minyak sawit, minyak inti sawit, dan produk samping industri sawit untuk pengembangan produk-produk fitokimia, pangan fungsional, ingredien pangan termasuk aditif pangan dan suplemen makanan, terutama sebagai pengganti produk impor.

- Penelitian klinis untuk membuktikan secara ilmiah bahwa minyak sawit memiliki manfaat kesehatan yang unik atau lebih baik dibandingkan dengan minyak nabati lain, sesuai dengan pola diet masyarakat Indonesia dan global.

- Identifikasi dan mitigasi kontaminan pada minyak sawit dan minyak inti sawit, terutama kontaminan dari lubrikan dan thermal heating fluids yang digunakan pada mesin dan peralatan produksi.

- Pengembangan kit tes cepat dan akurat (rapid test kit) untuk analisis mutu serta kandungan kontaminan dan komponen minor pada minyak sawit dan inti sawit, termasuk bahan aditif yang digunakan pada produk pangan berbasis minyak sawit dan inti sawit.

- Studi mendalam mengenai praktik terbaik (best practices) dalam pemanfaatan/ penggunaan minyak/ lemak sawit untuk penjaminan keamanan pangan, efsiensi, daya saing dan keberlanjutan industri kecil dan menengah.

- Studi komprehensif mengenai penggunaan/ pemanfaatan dan keamanan pakan fungsional berbasis sawit sebagai pengganti bahan impor untuk pakan ruminansia, unggas, dan akuakultur.

Sawit Setara Default Ad Banner

4. Lahan, Tanah, dan Budidaya

- Teknologi kuratif untuk pemulihan tanaman kelapa sawit terserang Ganoderma secara efektif dan cepat (mencakup pengembangan produk yang bersifat sistemik dan sudah ada bukti awal efektivitasnya (TRL 5/6), rekomendasi pengendalian penyakit pada berbagai serangan, dan/ atau di lahan gambut vs non gambut).

- Aplikasi Best Management Practices (BMP) pada lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan/ atau teknologi yang efisien untuk penghematan dosis pupuk kimia dan peningkatan produktivitas di lahan petani.

- Bioteknologi maju dan pemanfaatan bioinformatika:

- Aplikasi bioteknologi maju, tahapan aplikatifnya TRL 5/6 (seperti teknologi biologi molekuler dan bioinformatika untuk produksi bibit kelapa sawit unggul, teknologi bermanfaat maksimal interaksi tanah-tanaman-iklim);

- Mitigasi cekaman biotik dan abiotik melalui produksi bibit unggul dengan genome editing;

- Pemanfaatan bioinformatika untuk pemuliaan dan produk baru, peramalan produksi dan/ atau mitigasi cekaman biotik dan/ atau abiotik akibat perubahan iklim, dan pendalaman interaksi tanah-tanaman-iklim untuk merakit teknologi mengatasi yield gap. Pemanfaatan AI (artificial intelligence) pada kegiatan agronomi (pemupukan, pengendalian hama dan penyakit tanaman, pemanenan, logistik dan transportasi).

- Digitalisasi manajemen perkebunan kelapa sawit.

- Aplikasi drone technology untuk mengatasi fenomena kelangkaan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas kebun.

5. Pascapanen & Pengolahan

- Cara/ teknik baru, peralatan dan mesin pertaniannya, metode, sistem ataupun biosistem sampai kepada teknologi instrumentasinya maupun system ICT serta IoT dalam proses pascapanen dari TBS sampai menghasilkan CPO dan mengelola CPO menjadi bahan bahan siap olah menjadi produk lain.

- Pengembangan teknologi pascapanen untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

- Pengelolaan pascapanen yang memperhatikan kualitas produk TBS dan CPO, yang berkorelasi pada peruntukan penggunaan CPO untuk keperluan tertentu.

- Pengembangan metode penelusuran (traceability) hasil panen kelapa sawit yang terkait dengan sertifikasi ketertelusuran keberlanjutan produk turunan kelapa sawit di sepanjang rantai pasok industri sampai dengan transportasi, inventory, export, dan konsumen akhir.

Sawit Setara Default Ad Banner

6. Pengolahan Limbah dan Lingkungan

- Pengembangan strategi, metode, dan rencana aksi industri sawit hulu-hilir dalam rangka mencapai Net Zero Emission pada tahun 2050 dan mendukung percepatan implementasi perdagangan karbon.

- Pengembangan teknologi pengelolaan batang sawit ex-replanting untuk meningkatkan keberlanjutan industri sawit.

- Penggunaan metode Life Cycle Assessment (LCA) dalam menilai dampak (lingkungan, sosial, dan ekonomi) kegiatan industri sawit dan turunannya terhadap keberlanjutan industri sawit.

- Rekayasa konservasi dan restorasi lingkungan perkebunan dan pabrik kelapa sawit berbasis spasial dan data presisi untuk meningkatkan keberlanjutan industri sawit.

7. Sosial Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Pasar dan TIK

- Sistem kelembagaan, korporatisasi, dan pola kemitraan yang efektif untuk mendukung posisi tawar petani swadaya.

- Disain kebijakan untuk inisiatif pengembangan pasar dan bursa komoditas berbasis sawit dan turunannya.

- Pengembangan pasar perdagangan karbon berbasis sawit untuk pemenuhan pada target National Determined Contribution (NDC) 2050.

- Pemanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi dalam pengembangan sistem agribisnis berbasis kelapa sawit.

- Valuasi Sosial, Ekonomi dan Lingkungan terhadap Pengusahaan Kembali Kebun Sawit yang Terlanjur Berada di Kawasan Hutan.

Informasi lebih lanjut terkait Program Grant Riset Tahun 2026, silakan buka tautan berikut: https://www.bpdp.or.id/pengumuman-call-for-proposal-grant-riset-bpdp-2026

Tags:

BPDP

Berita Sebelumnya
Riau Bidik Jadi Pusat SISKA, Integrasikan Sawit dan Peternakan

Riau Bidik Jadi Pusat SISKA, Integrasikan Sawit dan Peternakan

Skema ini dinilai mampu mengoptimalkan potensi sumber daya alam sekaligus menciptakan nilai tambah bagi daerah.

9 April 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *