KONSULTASI
Logo

Bagaimana Capaian PSR Hingga Saat Ini?

10 April 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Bagaimana Capaian PSR Hingga Saat Ini?

sawitsetara.co - JAMBI — Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui jalur kemitraan terus menunjukkan progres signifikan. Hingga saat ini, tercatat penyaluran dana PSR telah menjangkau 10 provinsi dengan total luasan mencapai 20.885 hektare.

Data tersebut disampaikan oleh Analis Divisi UKMK BPDP, Anwar Sadat, dalam agenda bertajuk Pemberdayaan UMKM Kelapa Sawit Melalui Pengolahan Biomassa dan Produksi Biopelet yang digelar DPP APKASINDO di Jambi, Rabu (8/4/2026).

Sawit Setara Default Ad Banner

Riau mencatat luasan tertinggi dengan sekitar 6.700 hektare, disusul Jambi sekitar 3.229 hektare, serta Sumatera Utara sekitar 2.559 hektare. Sementara itu, provinsi lain seperti Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Barat juga menunjukkan kontribusi yang cukup signifikan.

Selain berdasarkan wilayah, keterlibatan perusahaan perkebunan juga menjadi faktor penting dalam mendukung realisasi PSR. Sejumlah grup perusahaan besar tercatat berkontribusi dalam kemitraan ini, menunjukkan sinergi antara petani dan sektor swasta dalam mempercepat peremajaan kebun sawit nasional.

Sawit Setara Default Ad Banner

Berikut daftar update penyaluran PSR

Aceh: 76.243,4025 ha

Sumatera Selatan: 75.014,9592 ha

Riau: 48.694,5107 ha

Jambi: 40.328,7140 ha

Sumatera Utara: 35.960,9212 ha

Kalimantan Barat: 25.738,5446 ha

Kalimantan Tengah: 19.229,9877 ha

Bengkulu: 16.577,1895 ha

Sumatera Barat: 15.146,0581 ha

Sulawesi Barat: 15.102,3637 ha

Sulawesi Selatan: 9.230,3377 ha

Kalimantan Timur: 7.879,8754 ha

Kalimantan Selatan: 7.552,8121 ha

Lampung: 5.490,0621 ha

Sulawesi Tengah: 4.583,8252 ha

Sulawesi Tenggara: 3.798,3000 ha

Papua Barat: 2.772,3108 ha

Kepulauan Bangka Belitung: 2.522,4520 ha

Banten: 2.184,1753 ha

Papua: 663,7475 ha

Kalimantan Utara: 655,2970 ha

Sawit Setara Default Ad Banner

Acara FGD yang didukung BPDP ini turut dihadiri dan dibuka oleh Sekretaris Jenderal DPP APKASINDO, Dr. Rino Afrino, ST., MM., C.APO. Hadir pula Pelaksana Tugas Ketua DPW APKASINDO Jambi, Mahmudin S.Pt, serta perwakilan dari Dinas ESDM, Bank Mandiri, PT Riset Perkebunan Nusantara, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, koperasi perkebunan, hingga pelaku UMKM sawit dari seluruh wilayah Jambi.

Melalui forum ini, APKASINDO menekankan pentingnya hilirisasi sawit, khususnya melalui pemanfaatan biomassa. Limbah kelapa sawit dinilai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi biopelet sebagai sumber energi terbarukan.

Pengembangan energi berbasis biomassa sawit tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi UMKM di sektor perkebunan. Dengan pendekatan ini, petani tidak hanya bergantung pada penjualan tandan buah segar (TBS), tetapi juga dapat memperoleh nilai tambah dari limbah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.

APKASINDO berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani dapat terus diperkuat agar program PSR dan pengembangan energi terbarukan berbasis sawit berjalan berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Tags:

BPDPPSRperemajaan sawit rakyat

Berita Sebelumnya
DJPb Sulbar Dorong Peremajaan Sawit Rakyat di Tengah Penurunan Produksi

DJPb Sulbar Dorong Peremajaan Sawit Rakyat di Tengah Penurunan Produksi

Kondisi ini mendorong pemerintah mempercepat upaya peremajaan sekaligus memperluas akses pendanaan bagi daerah.

9 April 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *