
sawitsetara.co - JAMBI — Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui jalur kemitraan terus menunjukkan progres signifikan. Hingga saat ini, tercatat penyaluran dana PSR telah menjangkau 10 provinsi dengan total luasan mencapai 20.885 hektare.
Data tersebut disampaikan oleh Analis Divisi UKMK BPDP, Anwar Sadat, dalam agenda bertajuk Pemberdayaan UMKM Kelapa Sawit Melalui Pengolahan Biomassa dan Produksi Biopelet yang digelar DPP APKASINDO di Jambi, Rabu (8/4/2026).

Riau mencatat luasan tertinggi dengan sekitar 6.700 hektare, disusul Jambi sekitar 3.229 hektare, serta Sumatera Utara sekitar 2.559 hektare. Sementara itu, provinsi lain seperti Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Barat juga menunjukkan kontribusi yang cukup signifikan.
Selain berdasarkan wilayah, keterlibatan perusahaan perkebunan juga menjadi faktor penting dalam mendukung realisasi PSR. Sejumlah grup perusahaan besar tercatat berkontribusi dalam kemitraan ini, menunjukkan sinergi antara petani dan sektor swasta dalam mempercepat peremajaan kebun sawit nasional.

Berikut daftar update penyaluran PSR
Aceh: 76.243,4025 ha
Sumatera Selatan: 75.014,9592 ha
Riau: 48.694,5107 ha
Jambi: 40.328,7140 ha
Sumatera Utara: 35.960,9212 ha
Kalimantan Barat: 25.738,5446 ha
Kalimantan Tengah: 19.229,9877 ha
Bengkulu: 16.577,1895 ha
Sumatera Barat: 15.146,0581 ha
Sulawesi Barat: 15.102,3637 ha
Sulawesi Selatan: 9.230,3377 ha
Kalimantan Timur: 7.879,8754 ha
Kalimantan Selatan: 7.552,8121 ha
Lampung: 5.490,0621 ha
Sulawesi Tengah: 4.583,8252 ha
Sulawesi Tenggara: 3.798,3000 ha
Papua Barat: 2.772,3108 ha
Kepulauan Bangka Belitung: 2.522,4520 ha
Banten: 2.184,1753 ha
Papua: 663,7475 ha
Kalimantan Utara: 655,2970 ha

Acara FGD yang didukung BPDP ini turut dihadiri dan dibuka oleh Sekretaris Jenderal DPP APKASINDO, Dr. Rino Afrino, ST., MM., C.APO. Hadir pula Pelaksana Tugas Ketua DPW APKASINDO Jambi, Mahmudin S.Pt, serta perwakilan dari Dinas ESDM, Bank Mandiri, PT Riset Perkebunan Nusantara, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, koperasi perkebunan, hingga pelaku UMKM sawit dari seluruh wilayah Jambi.
Melalui forum ini, APKASINDO menekankan pentingnya hilirisasi sawit, khususnya melalui pemanfaatan biomassa. Limbah kelapa sawit dinilai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi biopelet sebagai sumber energi terbarukan.
Pengembangan energi berbasis biomassa sawit tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi UMKM di sektor perkebunan. Dengan pendekatan ini, petani tidak hanya bergantung pada penjualan tandan buah segar (TBS), tetapi juga dapat memperoleh nilai tambah dari limbah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.
APKASINDO berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani dapat terus diperkuat agar program PSR dan pengembangan energi terbarukan berbasis sawit berjalan berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
Tags:



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *