KONSULTASI
Logo

Hilirisasi Sawit Harus Hadir dalam Kehidupan Sehari-hari, UMKM Didorong Perluas Pasar hingga Ekspor

29 Oktober 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Hilirisasi Sawit Harus Hadir dalam Kehidupan Sehari-hari, UMKM Didorong Perluas Pasar hingga Ekspor

sawitsetara.co – Pemanfaatan produk hilirisasi perkebunan, khususnya kelapa sawit, perlu semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain menjadi bahan baku berbagai produk yang digunakan sehari-hari, hilirisasi juga membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menciptakan nilai tambah serta memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Helmi Muhansyah pada kegiatan Penas III dilaksanakan Apkasindo pada Rabu (28/10/2026), yang menekankan pentingnya memperluas edukasi mengenai manfaat kelapa sawit sekaligus memperkuat pengembangan produk berbasis sawit.

Menurut Helmi, pemahaman masyarakat mengenai kelapa sawit masih perlu diperluas. Kampanye positif tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan komunitas perkebunan, tetapi juga harus menjangkau masyarakat umum melalui berbagai pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita berbicara kepada teman-teman dan keluarga, mungkin semuanya sudah memahami bahwa sawit tidak seperti yang sering digambarkan dalam kampanye negatif. Namun, masyarakat di luar komunitas kita masih banyak yang belum memahami hal tersebut,” demikian inti pesan Helmi dalam pemaparannya.

Ia menjelaskan, pengenalan manfaat sawit dapat dilakukan melalui berbagai bidang, termasuk olahraga. Pengembangan produk turunan sawit untuk mendukung aktivitas olahraga menjadi salah satu contoh bagaimana hilirisasi dapat diperkenalkan kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih relevan.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal kelapa sawit sebagai komoditas perkebunan dan bahan baku minyak goreng, tetapi juga memahami potensi pengembangannya menjadi beragam produk bernilai tambah.

HUT APKASINDO - DPW ACEH

Selain memperluas edukasi, Helmi menyoroti pentingnya menyediakan akses promosi bagi pelaku UMKM yang mengembangkan produk berbasis sawit.

Salah satu upaya yang disampaikan adalah pemanfaatan Rumah UMKM di Smesco sebagai ruang untuk menampilkan produk-produk UMKM berbasis kelapa sawit. Produk yang diajukan akan melalui proses kurasi sebelum dapat dipajang.

Fasilitas tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus membuka peluang untuk menjangkau pasar baru.

Helmi juga menyampaikan bahwa katalog produk UMKM telah dikembangkan sebagai sarana promosi, termasuk dengan melibatkan produk dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO).

Ke depan, kesempatan untuk masuk ke dalam katalog dan mengikuti kegiatan promosi akan terus dibuka bagi pelaku UMKM dari berbagai daerah.

Ia berharap produk yang ditampilkan tidak hanya berasal dari kelompok atau daerah tertentu, tetapi juga mewakili potensi usaha berbasis sawit dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah dan Papua.

Dengan demikian, kegiatan pameran dan promosi yang difasilitasi BPDP dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan keragaman produk turunan sawit sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.

Helmi turut mendorong pelaku UMKM berbasis sawit agar tidak berhenti pada pemasaran domestik, tetapi mulai mempersiapkan diri untuk memasuki pasar ekspor.

Dalam pemaparannya, ia mencontohkan keberhasilan pelaku usaha dari Aspekten yang telah melakukan ekspor lidi sawit ke pasar Asia Selatan setelah sebelumnya mengikuti kegiatan lokakarya atau workshop.

HUT APKASINDO - DPW ACEH

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pendampingan dan peningkatan kapasitas dapat menjadi bagian penting dalam membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya hingga menjangkau pasar internasional.

Helmi pun menantang APKASINDO untuk mengembangkan potensi serupa dan mendorong produk-produk berbasis sawit dari kalangan petani agar mampu menembus pasar ekspor.

Menurutnya, potensi produk yang dapat dikembangkan tidak terbatas pada lidi sawit. Masih banyak peluang hilirisasi yang dapat digarap melalui inovasi, peningkatan kualitas, dan penguatan kemampuan pemasaran.

Ia juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan produk potensial dari daerah, sehingga pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan produknya dalam berbagai kegiatan promosi.

Untuk memperluas jangkauan edukasi dan promosi, Helmi juga memperkenalkan pemanfaatan kanal digital, termasuk podcast melalui kanal YouTube BPDP, sebagai sarana untuk membagikan kisah keberhasilan pelaku usaha serta informasi mengenai potensi produk berbasis sawit.

Pemanfaatan media digital tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi, memperkenalkan praktik usaha yang berhasil, dan mendorong lebih banyak pelaku UMKM untuk mengembangkan produknya.

Bagi sektor perkebunan, hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan pengolahan bahan baku menjadi produk turunan, tetapi juga mencakup upaya memperkuat usaha masyarakat, membuka akses pemasaran, dan meningkatkan nilai ekonomi komoditas.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, organisasi petani, dan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan produk perkebunan yang lebih beragam dan kompetitif.

Melalui penguatan promosi, pendampingan, dan perluasan akses pasar, produk berbasis sawit diharapkan semakin dikenal dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha dan petani di berbagai daerah.

Tags:

UMKM SawitPENAS

Berita Sebelumnya
Bappenas Dorong Kekompakan Petani untuk Jaga Harga TBS Sawit

Bappenas Dorong Kekompakan Petani untuk Jaga Harga TBS Sawit

Pesan itu disampaikan Rachmat saat memberikan sambutan dalam Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia (PENAS) III APKASINDO di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Agenda yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tersebut menjadi forum konsolidasi petani sawit untuk merumuskan langkah strategis bagi peningkatan kesejahteraan pekebun.

28 Oktober 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *