
sawitsetara.co - PASAMAN BARAT – Berbagai langkah terus dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong peremajaan sawit rakyat (PSR). Hal ini penting mengingat dengan melakukan PSR maka diharapkan bisa meningkatkan produksi sawit nasional seiring meningkatnya kebutuhan crude palm oil (CPO) baik didalam dan luar negeri. Atas dasar itulah Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melaksanakan program PSR seluas 140 hektare di lahan kelompok tani Tanjung Pangkal, Kecamatan Pasaman.
"Pengerjaan itu berada di lahan kelompok tani dan koperasi Bina Tani Sejahtera Tanjung Pangkal. Target kita selama 2026 ini seluas 300 hektare akan melakukan peremajaan sawit bagi kelompok yang memperoleh program itu,," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasaman Barat Afrizal, Selasa (5/5/2026).
Seperti diketahui, Kabupaten Pasaman Barat merupakan sentra perkebunan kelapa sawit terbesar di Sumatera Barat dengan luas mencapai 189.508 hektare. Total luasan tersebut terdiri dari perkebunan rakyat seluas 126.934 hektare dan perkebunan besar/perusahaan seluas 62.574 hektare.

Menurut Afrizal anggaran kegiatan itu berasal dari Kementerian Pertanian melalui Badan Layanan Umum Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP). Kabupaten Pasaman Barat mendorong program PSR karena sebagian tanaman didaerah tersebut sudah banyak yang usianya diatas 25 tahun, sehingga dalam hal ini perlu dilakukan peremajaan untuk meningkatkan produktivitas tanaman.
Terbukti, beberapa tanaman kelapa sawit di Pasaman Barat yang sudah mengikuti program PSR produktivitasnya meningkat 2 – 3 kali lipta dari biasanya. Dampaknya pendapatan ekonomi petani juga ikut meningkat.
Apalagi sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 84 Tahun 2017 tentang Penggunaan Dana Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit, mempunyai tujuan meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit, menjaga luasan perkebunan kelapa sawit agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Tahun ini menjadi momentum penting untuk mendorong produktivitas, meski target program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) masih menghadapi tantangan klasik,” tambah Dr. Iim Mucharam Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ditejen Perkebunan Kementerian Pertanian.

Meski begitu, lanjut Iim, apapun kendalanya, pemerintah dalam hal ini Ditjen Perkebunan terus mendorong dan mengupayakan supaya petani bisa ikut program PSR. Tidak hanya itu, Ditjen Perkebunan juga mendorong prgram sarana dan prasaranan hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
“Ini menjadi kesempatan bagi petani untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas komoditasnya,” kata Iim.
Meski begitu, fokus utama tetap pada percepatan PSR. Program ini menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat yang sebagian besar sudah berusia tua. Secara nasional, pemerintah sebenarnya menargetkan peremajaan mencapai sekitar 180 ribu hektar/tahun. Namun dalam praktiknya, angka tersebut sulit dicapai.
Karena itu, pemerintah kini memasang target yang lebih realistis. Untuk tahun ini, PSR ditargetkan mencapai sekitar 50 ribu hektar. “Kalau angka itu tercapai, baru kita bisa dorong lebih tinggi,” jelas Iim.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *