
sawitsetara.co - JAKARTA – Melonjaknya harga minyak goreng rakyat atau MINYAKITA maka pemerintah segera mengambil tindakan untuk meredam harga tersebut. Naiknya harga MINYAKITA dikarenakan tidak stabilnya distribusi.
Salah satu langkah untuk meredam harga MINYAKITA salahsatunya yakni dengan Domestic Market Obligation (DMO) yang semakin efektif dalam menjaga pasokan MINYAKITA agar harga harga tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700/liter sesuai yang ditetapkan pemerintah.
"Penurunan harga MINYAKITA merupakan bukti bahwa kebijakan DMO yang dilakukan pemerintah semakin efektif dalam menjaga pasokan MGS untuk memenuhi HET," ujar Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, Jum’at (24/4/2026)
Penurunan harga MINYAKITA di pasaran terbukti terjadi pada periode Januari 2026 hingga minggu ke-3 April 2026 dari Rp16.865/liter menjadi Rp15.949/liter, mendekati HET Rp15.700/liter.
Sementara itu dalam periode yang sama harga minyak goreng premium naik dari Rp21.166/liter menjadi Rp21.793/liter. Kemudian harga m,inyak goreng curah naik dari Rp17.790/liter menjadi Rp19.486/liter.

Tungkot menerangkan, ada tiga jenis minyak goreng sawit yang dikonsumsi oleh masyarakat di dalam negeri, yakni minyak goreng kemasan premium dengan berbagai merek, minyak goreng dengan merk MINYAKITA yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan segmen masyarakat berpendapatan rendah dan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah), serta minyak goreng curah untuk industri pangan.
Dari ketiga jenis minyak goreng sawit tersebut, pemerintah bisa mengendalikan harga dan ketersediaan MGS MinyaKita. Adapun, harga dan ketersediaan MGS premium dan curah dikendalikan oleh pasar.
"Harga dan ketersediaan MGS MinyaKita ini dikendalikan pemerintah melalui kebijakan DMO (domestic market obligation), pengendalian penyaluran (D1, D2), dan HET (harga eceran tertinggi)," ungkap Tungkot.
Tungkot juga menjelaskan, kenaikan harga minyak goreng domestik terjadi di segmen premium dan curah, sementara harga MIN YAKITA justru turun mendekati HET.

Menurut Tungkot, kenaikan harga minyak goreng domestik bermula dari konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang memicu kenaikan harga energi fosil dunia hampir dua kali lipat.
Penutupan Selat Hormuz di tengah konflik Timur Tengah mengakibatkan pasokan bahan baku terganggu dan menyebabkan kenaikan harga produk turunan energi fosil seperti plastik. Lonjakan harga kemasan plastik tersebut yang mendorong kenaikan harga minyak goreng domestik.
Harga energi fosil dunia meningkat dari sekitar USD 60/barel sebelum perang menjadi lebih dari 110 dolar AS per barel, lanjutnyak akibatnya, semua produk turunan dari energi fosil seperti plastik mengalami kenaikan.
Lebih lanjut, Tungkot juga menjelaskan, kenaikan harga minyak goreng domestik akibat lonjakan harga kemasan plastik tentu sangat berdampak terhadap masyarakat. Selain sebagai produsen terbesar, Indonesia juga tercatat sebagai konsumen minyak goreng sawit terbesar di dunia. Minyak goreng sawit dikonsumsi oleh sekitar 280 juta penduduk Indonesia.
"Namun apakah harga MINYAKITA dapat dipertahankan ke depan dengan kenaikan harga kemasan plastik? Ini tergantung pemerintah apakah akan akomodatif dengan perubahan harga kemasan dalam HET," jelas Tungkot.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso juga menyampaikan, kewajiban distribusi DMO minyak goreng rakyat sebesar minimal 35% melalui Perum Bulog dan/atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan terbukti efektif menjaga harga minyak goreng di pasar. Minyak goreng yang disalurkan, salah satunya dalam bentuk MINYAKITA.
Per 10 April 2026, rata-rata harga nasional MINYAKITA tercatat sebesar Rp15.961/liter, turun 5,45% dibandingkan 24 Desember 2025 yang mencapai Rp16.881/liter sebelum kebijakan berlaku. Dampak positif tersebut semakin menunjukkan penerapan kebijakan kewajiban pendistribusian DMO melalui Perum Bulog dan BUMN Pangan menjadi instrumen penting untuk memastikan ketersediaan pasokan lebih merata menjangkau pasar rakyat.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *