KONSULTASI
Logo

Prabowo Sebut Indonesia Berhasil Olah Sawit Jadi Solar dan Bensin

21 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Prabowo Sebut Indonesia Berhasil Olah Sawit Jadi Solar dan Bensin

sawitsetara.co - PONOROGO — Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia telah berhasil mengembangkan teknologi untuk mengolah kelapa sawit menjadi bahan bakar minyak. Menurut dia, hasil riset akademisi dalam negeri itu mencakup solar dan bensin.

Prabowo menyampaikan hal tersebut saat menghadiri syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Ia mengapresiasi para profesor dan akademisi dari fakultas teknik di Indonesia yang mengembangkan teknologi tersebut. Prabowo menilai kemampuan itu menunjukkan bahwa sumber daya alam Indonesia dapat diolah sendiri untuk memperkuat kemandirian energi.

"Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya, ya, bukan yang profesor tadi itu, dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil membuat solar dari kelapa sawit. Dan sudah bisa membuat bensin dari kelapa sawit," kata Prabowo.

apkasindo

Menurut Prabowo, kelapa sawit memiliki nilai strategis karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, tidak hanya sebagai komoditas industri. Ia menyebut sawit dapat digunakan untuk menghasilkan obat, sabun, hingga bahan bakar.

"Yang saya katakan, kelapa sawit mungkin itu adalah tanaman ajaib, the miracle plant, the miracle crop. Kita bisa mendapatkan obat, kita bisa mendapatkan sabun, kita bisa mendapatkan macam-macam, terutama kita mendapatkan BBM," ujar dia.

Pengembangan bahan bakar berbasis sawit itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemanfaatan sumber energi domestik. Prabowo juga menyebut sumber energi lain yang tengah diarahkan untuk diolah menjadi bahan bakar.

"Dan kita juga nanti akan membuat bensin dari batu bara," tuturnya.

apkasindo

Pemerintah sebelumnya telah meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit melalui program biodiesel. Indonesia telah menggunakan biodiesel dengan komposisi 50 persen atau B50 sebagai campuran solar.

Adapun untuk bahan bakar jenis bensin, pemanfaatan bioetanol juga telah dimulai secara terbatas di sejumlah wilayah dengan campuran 5 persen atau E5.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaitkan pengembangan energi tersebut dengan agenda pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ia menyebut sejumlah program, antara lain penanganan gizi buruk, pemenuhan kebutuhan pangan, penyediaan pupuk bagi petani, dan bantuan bagi nelayan.

Prabowo juga meminta generasi muda, termasuk para santri, membangun kepercayaan diri dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi dari luar negeri yang menurut dia dapat melemahkan semangat bangsa.

"Mereka ingin menurunkan semangat kita. Mereka ingin menurunkan keberanian kita. Mereka ingin menurunkan kepercayaan diri kita. Mereka ingin kita lemah. Mereka ingin kita tetap miskin. Mereka ingin kita menjadi budak mereka selamanya. Kita tidak mau menjadi budak bangsa lain. Kita akan menjadi bangsa yang hebat. Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri," kata Prabowo.

Tags:

Bensin SawitBiosolar B50B50

Berita Sebelumnya
Insentif Pasar Dinilai Jadi Kunci Perluasan Sawit Berkelanjutan

Insentif Pasar Dinilai Jadi Kunci Perluasan Sawit Berkelanjutan

Upaya meningkatkan praktik keberlanjutan di sektor kelapa sawit dinilai perlu diikuti dengan insentif ekonomi. Akses pasar dan peluang memasuki pasar baru menjadi salah satu cara agar investasi produsen, terutama pekebun kecil, dalam praktik berkelanjutan mendapat imbal balik.

19 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *