Berita

Ekonom koperasi Prof. Agus Pakpahan menggunakan konsep quantum tunneling dalam fisika kuantum untuk menjelaskan jalan keluar petani kelapa sawit dari ketimpangan struktural yang selama puluhan tahun membelit ekonomi rakyat. Menurut dia, perubahan tidak harus menunggu runtuhnya struktur lama, tetapi dapat dilakukan dengan membangun sistem ekonomi baru yang mampu “menembus” hambatan tersebut.
26 Juni 2026

Ekonom koperasi Prof. Agus Pakpahan memperkenalkan konsep Koperasi Kuantum Syariah sebagai model baru untuk mentransformasi ekonomi petani kelapa sawit rakyat. Gagasan itu ia tuangkan dalam serial Tropikanisasi–Kooperatisasi edisi 26 Juni 2026 berjudul Tetap Terperangkap atau Melompat: Tunneling Petani Kelapa Sawit Keluar dari Socio-Global Traps Menuju Indonesia Emas 2045 dengan Koperasi Kuantum Syariah.
26 Juni 2026

Ekonom koperasi Prof. Agus Pakpahan menyebut integrasi penuh koperasi sawit melalui model Koperasi Kuantum Syariah berpotensi meningkatkan pendapatan petani sawit rakyat hingga Rp132,5 triliun per tahun. Menurut dia, kenaikan itu dapat dicapai apabila koperasi tidak lagi hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam atau penyalur hasil panen, tetapi menguasai seluruh rantai nilai industri sawit.
26 Juni 2026

Struktur kelembagaan sawit rakyat yang terfragmentasi dan bergantung pada pembiayaan perbankan dinilai menjadi salah satu penyebab utama kebocoran ekonomi dalam rantai nilai sawit nasional. Simulasi yang dilakukan Rektor IKOPIN University Prof. Agus Pakpahan menunjukkan model tersebut dapat menyebabkan defisit komunitas hingga Rp47,76 triliun per tahun.
25 Juni 2026


Petani kelapa sawit rakyat berpotensi memperoleh tambahan pendapatan hingga Rp133,1 triliun per tahun apabila seluruh rantai nilai sawit dikelola melalui model koperasi terintegrasi. Simulasi yang disusun Rektor IKOPIN University Prof. Agus Pakpahan menunjukkan pendapatan petani dapat meningkat 44,4 persen dibandingkan model usaha sawit konvensional.
25 Juni 2026

Sawit rakyat Indonesia dinilai memiliki potensi membangun kekuatan ekonomi baru berbasis koperasi dengan akumulasi kapital mencapai sekitar Rp300 triliun dalam waktu 10 tahun. Potensi tersebut muncul apabila petani mampu mengintegrasikan seluruh rantai nilai sawit mulai dari pembiayaan, pengolahan, hilirisasi hingga pemasaran dalam satu koperasi.
25 Juni 2026

Industri kelapa sawit Indonesia perlu mengedepankan keseimbangan antara produktivitas, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial untuk memastikan keberlanjutan sektor tersebut di tengah semakin ketatnya tuntutan pasar global. Upaya tersebut harus dimulai dari penerapan praktik perkebunan yang baik hingga penguatan komitmen terhadap aspek lingkungan dan sosial.
25 Juni 2026

Satgas Pangan Polri bersama Satgas Pangan Daerah akan terus melakukan mitigasi dan pengawasan untuk menjaga stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit secara nasional. Upaya itu dilakukan untuk memastikan harga yang diterima pekebun swadaya non-mitra mencerminkan kondisi pasar yang wajar dan tidak merugikan petani.
24 Juni 2026


Indonesia berisiko kehilangan tambahan produk domestik bruto (PDB) hingga Rp70,3 triliun serta peluang peningkatan ekspor ratusan juta dolar Amerika Serikat apabila persoalan tata kelola perkebunan sawit rakyat tidak segera dibenahi.
24 Juni 2026

Di tengah keterbatasan lahan dan tingginya kebutuhan gula nasional, gula berbasis nira kelapa sawit disebut berpotensi menjadi sumber pasokan tambahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
22 Juni 2026

Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) optimistis kebijakan sistem ekspor satu pintu (one gate policy) untuk komoditas sumber daya alam, khususnya minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), dapat memperbaiki tata kelola niaga sawit nasional sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan negara dan daerah.
22 Juni 2026

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah sentra produksi nasional menunjukkan tren pemulihan pada pertengahan Juni 2026. Kenaikan harga terjadi hampir merata di berbagai daerah setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan yang tidak sejalan dengan penguatan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia.
22 Juni 2026
