
sawitsetara.co - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga berdampak serius pada aktivitas petani kelapa sawit. Lumpur tebal menutup jalur panen, parit tersumbat endapan, dan material sisa banjir masih berserakan di area kebun.
Berdasarkan data dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), terdapat sedikitnya 14 kabupaten/kota di Aceh yang terdampak. Di antaranya Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, hingga Aceh Barat Daya dan Simeulue.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Di Sumatera Utara, daerah terdampak meliputi Tapanuli Tengah, Langkat, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara. Sementara di Sumatera Barat, dampak dirasakan di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Limapuluh Kota, dan Solok.
Salah satu dampak paling terasa bagi petani adalah terganggunya akses menuju kebun. Sejumlah jalur panen tertutup longsor, sementara jembatan di sekitar lahan dilaporkan roboh. Akibatnya, hasil panen tidak dapat segera diangkut seperti biasanya.

“Kalau langsung kerja, bisa-bisa malah celaka. Tanahnya masih labil, banyak jalan yang masih tertutup lumpur,” ujar Masri (40), petani sawit di Pidie Jaya.
Di berbagai titik terdampak, aktivitas petani kini berjalan tidak menentu. Mereka harus menyesuaikan kondisi lapangan yang belum sepenuhnya pulih. Tidak hanya jalur panen, sistem drainase kebun juga terganggu akibat parit yang tertutup sedimentasi.
Meski dihadapkan pada keterbatasan, para petani tetap berupaya menjaga keberlangsungan kebun mereka. Mereka mulai membersihkan area, memperbaiki akses seadanya, dan memanen buah sawit yang masih bisa dijangkau.
Situasi ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabanjir tidak hanya menyasar infrastruktur umum, tetapi juga perlu perhatian serius terhadap akses produksi petani. Tanpa perbaikan jalur dan drainase, aktivitas perkebunan berisiko terhambat lebih lama dan berdampak pada pendapatan petani sawit di wilayah terdampak.
Tags:



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *