
sawitsetara.co - Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) kembali mencuri perhatian pelaku pasar. Pada perdagangan kemarin, CPO melonjak tajam dan menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan terakhir, didorong ekspektasi lonjakan permintaan global di awal tahun.
Di Bursa Malaysia Derivatives Exchange, kontrak CPO pengiriman April ditutup menguat 1,4% ke level MYR 4.154 per ton pada Rabu (21/1/2026). Posisi ini menjadi yang tertinggi sejak awal Desember 2025, sekaligus menandai penguatan beruntun dalam beberapa hari terakhir.
Penguatan harga ini tidak berdiri sendiri. Malaysian Palm Oil Board (MPOB) memproyeksikan harga CPO masih akan bertahan di level solid setidaknya hingga Februari 2026. Dalam perkiraannya, harga CPO berpotensi bergerak di kisaran MYR 4.000–4.300 per ton, seiring penurunan produksi musiman yang lazim terjadi pada awal tahun.
Di saat pasokan menyusut, permintaan justru menunjukkan sinyal menguat. Faktor musiman seperti Ramadan dan Tahun Baru Imlek diperkirakan mendorong konsumsi minyak nabati, termasuk sawit. Optimisme tersebut tercermin dari proyeksi ekspor produk sawit Malaysia yang diperkirakan meningkat 8,64–11,4% pada periode 1–20 Januari, dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.

Namun pertanyaannya kini: apakah reli harga CPO masih berlanjut hari ini, Kamis (22/1/2026), atau justru mulai terkoreksi?
Dari sisi teknikal, pergerakan CPO masih berada di zona bullish. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 56, mengindikasikan momentum positif masih terjaga.
Meski demikian, pasar mulai memasuki fase kewaspadaan. Stochastic RSI 14 hari telah menyentuh level 100, menandakan kondisi jenuh beli (overbought) yang berpotensi memicu aksi ambil untung dalam jangka pendek.
Untuk perdagangan hari ini, pelaku pasar disarankan mencermati pivot point di MYR 4.084 per ton. Jika tekanan jual muncul, harga berpotensi menguji area support di MYR 4.062 per ton (Moving Average 5), lalu MYR 4.048 per ton (MA-10). Sementara itu, skenario terburuk membuka ruang koreksi hingga MYR 3.985 per ton.

Sebaliknya, bila sentimen positif masih mendominasi dan harga kembali menguat, area MYR 4.156–4.159 per ton diperkirakan menjadi resisten terdekat. Penembusan level ini dapat membuka jalan menuju resisten lanjutan di kisaran MYR 4.198–4.203 per ton.
Dengan kombinasi faktor fundamental yang kuat namun indikator teknikal yang mulai jenuh, pergerakan harga CPO hari ini diperkirakan berlangsung dinamis, dengan potensi fluktuasi tinggi sepanjang sesi perdagangan.
Tags:



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *