KONSULTASI
Logo

Grand Design Perkebunan Sejak 2001, Kunci Kutai Timur Jadi Sentra Sawit Kaltim

8 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Grand Design Perkebunan Sejak 2001, Kunci Kutai Timur Jadi Sentra Sawit Kaltim

sawitsetara.co - KUTAI TIMUR — Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyebut keberhasilan perkebunan kelapa sawit di daerahnya tidak terlepas dari konsistensi pemerintah menjalankan arah pembangunan yang telah ditetapkan sejak awal pembentukan kabupaten.

Menurut Ardiansyah, sektor perkebunan kelapa sawit merupakan bagian dari grand design pembangunan Kabupaten Kutai Timur yang telah disiapkan sejak daerah itu berdiri pada 1999. Dua tahun kemudian, pemerintah daerah bersama DPRD menetapkan perkebunan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah.

Ia mengatakan pembangunan Kutai Timur sejak awal memang diarahkan pada sektor agroindustri. Perkebunan kemudian dipilih sebagai prioritas karena dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengoptimalkan sumber daya daerah.

“Kemudian pada tahun 2001, pemerintah daerah bersama DPRD menetapkan perkebunan sebagai grand design pembangunan Kutai Timur,” jelasnya disela kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kapasitas Nelayan Kecil di Pelangi Room Hotel Royal Victoria Sangatta, Rabu (5/8/2026).

apkasindo

Ardiansyah mengatakan keputusan tersebut kini mulai terlihat hasilnya. Perkebunan kelapa sawit berkembang pesat dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama Kabupaten Kutai Timur. Bahkan, daerah tersebut kini menjadi salah satu sentra perkebunan sawit terbesar di Kalimantan Timur.

Bagi Ardiansyah, perkembangan tersebut menunjukkan pentingnya kesinambungan dalam perencanaan pembangunan daerah. Program yang disusun dalam jangka panjang, kata dia, dapat memberikan hasil apabila dijalankan secara konsisten oleh pemerintah.

“Ini membuktikan bahwa arah pembangunan yang dirancang sejak awal mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

apkasindo

Meski sektor perkebunan telah berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi, Ardiansyah mengatakan pembangunan Kutai Timur tidak boleh hanya bertumpu pada satu sektor. Sejumlah potensi lain masih perlu dikembangkan agar dapat berjalan beriringan dengan perkebunan.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, kata dia, akan menjaga keseimbangan pembangunan dengan mendorong sektor-sektor potensial lainnya. Langkah itu diperlukan agar setiap sumber daya daerah dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ardiansyah berharap Kutai Timur ke depan tidak hanya dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sawit terbesar di Kalimantan Timur. Pemerintah juga ingin memperkuat sektor unggulan lain sehingga struktur ekonomi daerah menjadi lebih beragam dan mampu menopang kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
PSR Bangka Tengah Capai 161,49 Hektare, Didukung BPDP pada 2026

PSR Bangka Tengah Capai 161,49 Hektare, Didukung BPDP pada 2026

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melaksanakan program Peremajaan Sawit Pekebun (PSR) seluas 161,49 hektare pada 2026.

7 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *