Berita
Menurut Prof. Agus Pakpahan, inilah paradoks Indonesia: negeri ini punya bukti empiris bahwa model ekonomi alternatif bisa sukses seperti Keling Kumang, tetapi tidak punya ilmu pengetahuan sistematis untuk memahami, mereplikasi, dan mengembangkannya.
11 Desember 2025

Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, Ph.D, seorang pakar Agroekonomi, mengemukakan bahwa ilmu pengetahuan di Indonesia belum dirancang untuk mendukung pembangunan ekonomi baru Republik Kooperatif. Kurikulum di universitas masih mengajarkan model pertumbuhan neoklasik yang mengabaikan ketimpangan.
11 Desember 2025

Gulat menegaskan bahwa masa depan 17,5 juta Petani sawit dan keluarganya bergantung pada SDM Hybrid Sawit terkhusus keberpihakan negara dalam menyelesaikan persoalan legalitas lahan, meningkatkan produktivitas, serta menata ulang kelembagaan sawit nasional yang selama ini berjalan terpisah-pisah di banyak institusi.
11 Desember 2025

Guru Besar Kebijakan Agribisnis IPB University, Bayu Krisnamurthi, menegaskan bahwa perdebatan soal sawit tidak boleh dilihat secara hitam-putih. Menurutnya, sawit memang bukan hutan, tetapi merupakan komoditas strategis yang memberikan kontribusi ekonomi luar biasa sekaligus tetap memiliki fungsi ekologis yang tidak bisa diabaikan.
11 Desember 2025


Ia menegaskan, SAF dari POME mampu memberikan emission saving hingga 8 persen dibandingkan bahan bakar fosil.
11 Desember 2025

Pakar Agroekonomi, Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, Ph.D, mengungkapkan, selama setengah abad, Indonesia menyaksikan parade gagal transformasi struktural yang mengikuti pola serupa: rencana ambisius diluncurkan dengan target lima hingga sepuluh tahun, dan investasi triliunan rupiah mengalir ke proyek mercusuar.
8 Desember 2025

Pakar Agroekonomi, Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, Ph.D, getol menyoroti hadirnya hak guna usaha (HG&) di Indonesia yang justru mengalami detransformasi, terjebak dalam pola ekonomi sederhana dan rentan, terutama dalam sektor pertanian seperti kelapa sawit.
8 Desember 2025

Narasi ini sedemikian populer sehingga perlahan menjadi semacam “kebenaran bersama”, diterima tanpa perlu pengujian lebih lanjut. Namun, seperti banyak narasi sederhana lainnya, ia gagal menjelaskan kompleksitas sebenarnya.
4 Desember 2025


Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Sudarsono Soedomo, menegaskan bahwa narasi publik tentang penyebab banjir besar di Indonesia selama ini lebih banyak dibentuk oleh emosi ketimbang analisis hidrologis yang berbasis data.
3 Desember 2025

Ia menilai berlarut-larutnya proses, tingginya biaya administrasi, hingga adanya “setir” dari oknum dinas perkebunan menjadi hambatan serius bagi petani yang ingin berpartisipasi dalam program nasional tersebut.
2 Desember 2025

Bencana alam ini dikaitkan dengan beralihnya fungsi hutan di Sumatera menjadi perkebunan sawit, tambang hingga dibabat oleh pembalak liar.
1 Desember 2025

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP), bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, resmi membuka seleksi lembaga pendidikan dan pelatihan untuk Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026
30 November 2025
