
Dewan Pakar DPW APKASINDO Riau Dr. Riyadi Mustafa, S.E., M.Si., CEIA. menilai pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit bagi petani masih jauh dari harapan.
11 Juni 2026

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Riau Herman Boedoyo, S.E., M.M. menilai kebijakan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit masih menyisakan persoalan mendasar berupa ketimpangan pembagian penerimaan antara pemerintah pusat dan daerah penghasil sawit.
10 Juni 2026

Isu yang telah beberapa kali muncul dalam beberapa tahun terakhir tersebut dinilai tidak hanya menyangkut aspek regulasi dan tata kelola industri, tetapi juga berpotensi memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan jutaan petani sawit swadaya yang selama ini menggantungkan akses pemasaran hasil panennya kepada PKS komersil.
10 Juni 2026

Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit tidak akan memberikan dampak optimal bagi petani apabila berjalan sendiri tanpa terhubung dengan berbagai program pemberdayaan yang telah dijalankan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Karena itu, kolaborasi antara dana yang dikelola pemerintah daerah melalui APBD dengan program-program BPDP dinilai menjadi strategi penting untuk mempercepat peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit rakyat di berbagai daerah penghasil sawit, termasuk Provinsi Riau.
10 Juni 2026

Di Provinsi Riau, alokasi DBH Sawit terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini dinilai berpotensi mengurangi ruang fiskal pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan infrastruktur dan program-program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani sawit.
10 Juni 2026

Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit dinilai dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkuat sektor perkebunan sawit rakyat jika dimanfaatkan secara tepat sasaran.
10 Juni 2026

Karena itu, wacana penutupan PKS komersil dinilai berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang luas, khususnya bagi petani yang tidak memiliki kemitraan dengan perusahaan besar.
10 Juni 2026

Perusahaan teknologi ramah lingkungan asal Xiamen, Tiongkok, Mata Eco Co., Ltd Company bahkan tertarik untuk memasarkan produk soil conditioner organik mereka untuk mendukung keberlanjutan industri sawit nasional.
9 Juni 2026

Perusahaan Pupuk Organik Asal Xiamen, Cina, Mata Eco Co., Ltd Company, tertarik mendorong pertanian berkelanjutan berbasis teknologi ramah lingkungan di Indonesia.
9 Juni 2026

Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menegaskan bahwa isu yang berkembang terkait penutupan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) komersil atau PKS tanpa kebun perlu dipahami secara proporsional dan ditempatkan dalam kerangka penataan tata kelola industri sawit nasional.
9 Juni 2026

Menurutnya, selama ini sebagian besar petani swadaya menggantungkan pemasaran hasil panennya kepada PKS komersil karena tidak memiliki hubungan kemitraan dengan perusahaan inti sebagaimana petani plasma. Keberadaan PKS komersil menjadi solusi bagi petani yang membutuhkan akses pasar untuk menjual tandan buah segar (TBS) hasil kebun mereka secara cepat dan berkelanjutan.
9 Juni 2026

Pemerintah dinilai lebih tepat melakukan penataan dan evaluasi tata kelola dibandingkan menutup PKS yang telah beroperasi dan berkontribusi dalam rantai pasok industri sawit nasional.
9 Juni 2026

Peningkatan kompetensi petani dinilai menjadi salah satu kunci untuk mempertahankan posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia.
8 Juni 2026

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Riau Lichwan Hartono menilai rencana penerapan Pajak Air Permukaan (PAP) terhadap perkebunan kelapa sawit perlu dikaji secara lebih mendalam karena menyangkut aspek regulasi, dasar ilmiah, serta dampaknya terhadap keberlangsungan industri sawit nasional.
8 Juni 2026

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) menggelar pelatihan panen dan pascapanen kelapa sawit bagi 122 pekebun asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan
8 Juni 2026

Dalam paparannya, Togu menegaskan bahwa kelapa sawit memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional. Saat ini luas perkebunan sawit rakyat mencapai sekitar 6,9 juta hektare dan menjadi sumber penghidupan jutaan masyarakat Indonesia.
8 Juni 2026