
Industri kelapa sawit di Indonesia selama bertahun-tahun kerap berada di pusat perdebatan publik, terutama terkait isu lingkungan hidup, perubahan penggunaan lahan, serta dampak sosial di wilayah produksi.
19 Desember 2025

Itulah titik balik. Dari hampir krisis kepercayaan, lahir sistem tata kelola paling transparan yang mungkin pernah ada di Indonesia—sistem di mana setiap rupiah bisa dilacak, setiap keputusan bisa dipertanyakan, setiap relawan pengurus bisa diaudit oleh anggota yang ia layani.
18 Desember 2025

Tulisan ini adalah provokasi sederhana: jika hutan bisa produktif jutaan tahun tanpa menciptakan sampah, kenapa ekonomi modern yang katanya "paling canggih" justru menciptakan krisis sampah dan krisis iklim? Saatnya kita belajar dari guru terbaik yang selama ini kita robohkan: hutan itu sendiri.
17 Desember 2025

Dan kini, dari Huma Betang Dayak, prinsip ini siap menyebar ke 80.000 rumah adat di Nusantara: dari Tongkonan Toraja, Rumah Gadang Minang, Joglo Jawa, Honai Papua, hingga segala bentuk kearifan lokal lainnya.
17 Desember 2025

Tulisan ini menempatkan hutan bukan sebagai komoditas kayu semata, melainkan sebagai infrastruktur air alami yang berfungsi mengatur debit banjir, mencegah erosi, dan menjaga aliran dasar sungai.
16 Desember 2025

Tahun 1998, lima tahun setelah berdiri. KKKK sudah sukses sebagai credit union. Anggota bertambah, simpanan tumbuh, pinjaman lancar. Tapi ada kegelisahan di antara pendiri.
16 Desember 2025

Sebuah Kampus Rakyat tidak selalu lahir dari kebijakan negara, dana besar, atau gedung megah. Kadang ia bermula dari ruang kecil—sangat kecil—berukuran 4×4 meter.
15 Desember 2025

Di dunia kapitalis konvensional, berlaku hukum one dollar, one vote. Saham terbanyak menentukan keputusan. Kekayaan menentukan kekuasaan. Yang kaya semakin kaya, yang miskin tetap miskin—atau semakin miskin.
14 Desember 2025

Inilah kisah tentang fisika kuantum sosial dalam aksi. Tentang bagaimana masyarakat dengan 72% petani, dengan NPL konsisten di bawah 2%, berhasil membangun peradaban ekonomi dari pedalaman.
13 Desember 2025

Bayangkan: tahun 1993, sebuah ruangan 4x4 meter di pedalaman Kalimantan. Di sana, 12 orang petani saling menatap. Tidak ada sertifikat tanah sebagai agunan, tidak ada slip gaji sebagai jaminan, tidak ada kontrak hukum yang akan mengikat mereka. Hanya ada tatapan mata, jabat tangan, dan sebuah kata sederhana: percaya.
13 Desember 2025
Menurut Prof. Agus Pakpahan, inilah paradoks Indonesia: negeri ini punya bukti empiris bahwa model ekonomi alternatif bisa sukses seperti Keling Kumang, tetapi tidak punya ilmu pengetahuan sistematis untuk memahami, mereplikasi, dan mengembangkannya.
11 Desember 2025

Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, Ph.D, seorang pakar Agroekonomi, mengemukakan bahwa ilmu pengetahuan di Indonesia belum dirancang untuk mendukung pembangunan ekonomi baru Republik Kooperatif. Kurikulum di universitas masih mengajarkan model pertumbuhan neoklasik yang mengabaikan ketimpangan.
11 Desember 2025

Sejarah panjang kelapa sawit dimulai dari pemanfaatan tradisional di Afrika, berkembang menjadi komoditas perdagangan global, hingga akhirnya mengubah perekonomian Indonesia.
11 Desember 2025

Setiap kali banjir bandang terjadi, terutama di wilayah pedesaan dan pinggiran kota, tudingan kerap diarahkan ke kebun sawit. Seolah-olah kehadiran sawit otomatis identik dengan bencana hidrologi.
8 Desember 2025

Pakar Agroekonomi, Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, Ph.D, getol menyoroti hadirnya hak guna usaha (HG&) di Indonesia yang justru mengalami detransformasi, terjebak dalam pola ekonomi sederhana dan rentan, terutama dalam sektor pertanian seperti kelapa sawit.
8 Desember 2025

Pakar Agroekonomi, Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, Ph.D, mengungkapkan, selama setengah abad, Indonesia menyaksikan parade gagal transformasi struktural yang mengikuti pola serupa: rencana ambisius diluncurkan dengan target lima hingga sepuluh tahun, dan investasi triliunan rupiah mengalir ke proyek mercusuar.
8 Desember 2025