
Dewan Pakar APKASINDO Riau Dr. Riyadi Mustafa, S.E., M.Si., CEIA, menegaskan bahwa kebijakan tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi berantai yang signifikan terhadap petani sawit swadaya. Terutama melalui peningkatan harga pokok produksi (HPP) yang pada akhirnya menekan pendapatan petani.
5 Juni 2026

Dalam pameran tersebut, APKASINDO menghadirkan UMKM Tante Kitchen yang menampilkan berbagai produk olahan berbahan dasar sawit, seperti Rendang Sawit, Opor Sawit, dan Sambal Sawit.
4 Juni 2026

Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian meminta wacana penerapan Pajak Air Permukaan (PAP) terhadap usaha perkebunan kelapa sawit ditinjau secara cermat agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap keberlanjutan usaha dan produktivitas petani sawit rakyat.
4 Juni 2026

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meminta pemerintah memanfaatkan masa transisi kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) untuk menuntaskan seluruh regulasi teknis sebelum skema tersebut diterapkan penuh pada 2027.
3 Juni 2026

Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno atau BBS menegaskan pemerintah daerah akan memperketat pengawasan terhadap praktik pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit oleh pabrik kelapa sawit (PKS).
3 Juni 2026

Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) akan menggelar rangkaian Special Dialog Keberlanjutan Perkebunan Sawit Rakyat bersama TV Riau pada 3–5 Juni 2026.
3 Juni 2026

Dewan Penasehat DPW APKASINDO Kalimantan Barat, Ir. Mahmuda Junaidi Nasution, MM, menilai penurunan harga TBS di tingkat petani tidak sebanding dengan koreksi harga crude palm oil (CPO) di pasar global.
2 Juni 2026

Guru Besar Universitas Tanjungpura sekaligus Ketua ICMI Orwil Kalimantan Barat, Prof. Dr. Gusti Hardiansyah, mengingatkan pemerintah agar menerapkan kebijakan ekspor sumber daya alam melalui mekanisme satu pintu secara bertahap.
2 Juni 2026

Guru Besar Ekonomi Kehutanan IPB, Prof. Sudarsono Soedomo, menilai anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani swadaya di tengah menguatnya harga minyak sawit mentah (CPO) global merupakan cerminan dari kegagalan pasar dan kegagalan pemerintah yang terjadi secara bersamaan.
1 Juni 2026

Wacana penutupan pabrik kelapa sawit (PKS) tanpa kebun menuai penolakan dari petani sawit swadaya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.
1 Juni 2026

Petani kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim) kini menghadapi tekanan ganda. Selain dibayangi serangan hama Ganoderma dan Kumbang Tanduk yang mengancam produktivitas kebun, petani juga terpukul oleh anjloknya harga tandan buah segar (TBS) yang sempat turun hingga Rp1.200 per kilogram.
1 Juni 2026

Karena itu, kata dia, petani swadaya sangat bergantung pada keberadaan PKS komersial sebagai tempat menjual tandan buah segar (TBS).
1 Juni 2026

Wacana penutupan pabrik kelapa sawit (PKS) tanpa kebun mendapat penolakan dari sejumlah petani sawit swadaya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.
1 Juni 2026

Melalui penguatan kelembagaan koperasi, petani sawit diharapkan tidak lagi hanya menjual tandan buah segar kepada pabrik, tetapi mampu masuk ke sektor pengolahan, perdagangan, penguasaan data, hingga pemasaran produk.
31 Mei 2026

Rektor Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN), Prof. Dr. Agus Pakpahan, menilai dominasi produksi belum otomatis membuat Indonesia memiliki kendali terhadap pembentukan harga dan nilai tambah komoditas sawit.
31 Mei 2026

Menurut Novermal, hingga saat ini rendemen TBS kebun swadaya di hamparan Sutera hingga Silaut tidak pernah dilakukan pengecekan secara terbuka. Selain itu, data rendemen riil pabrik kelapa sawit (PKS) yang menjadi salah satu dasar penentuan harga TBS juga tidak pernah dipublikasikan kepada masyarakat.
31 Mei 2026


